Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Sedekah Bumi, NU Care-LAZISNU Ponorogo Berhasil Kumpulkan 1,5 Ton Gabah 

Sedekah Bumi, NU Care-LAZISNU Ponorogo Berhasil Kumpulkan 1,5 Ton Gabah 
Warga sedang menimbang gabah hasil sedekah bumi di Krajan Mrican, Ponorogo. (Foto: Dok. NU Care LAZISNU Ponorogo)
Warga sedang menimbang gabah hasil sedekah bumi di Krajan Mrican, Ponorogo. (Foto: Dok. NU Care LAZISNU Ponorogo)
Jakarta, NU Online
Unit Pengumpul Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) di Desa Krajan Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur  menghimpun sedekah bumi. Sedekah bumi merupakan penggalangan hasil bumi setiap kali panen oleh masyarakat kepada NU Care-LAZISNU. 

Total pengumpulan sedekah bumi yang sudah berlangsung sejak Ahad (19/03) lalu tersebut berjumlah 1,5 ton gabah. Gabah yang telah dikumpulkan itu nantinya dibagikan kepada masyarakat Jenangan Ponorogo yang membutuhkan pada Ramadhan mendatang. 

Ketua NU Care LAZISNU Krajan Mrican, Nasroh mengatakan, sedekah bumi telah rutin dilakukan NU Care-LAZISNU di Krajan. Sedekah tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk melestarikan budaya pendahulu sekaligus mengajak masyarakat berinfaq atas hasil panen yang diraihnya dari ladang atau sawah. 

“Juga sebagai bentuk syukur kehadirat Allah SWT. Alhamdulillah, pada sedekah kali ini NU Care- LAZISNU Mrican berhasil mengumpulkan 1.570,45 Kg gabah dan uang tunai sebanyak 2.165.000 rupiah dari warga Nahdiyin Mrican,” katanya ketika dihubungi NU Online dari Jakarta, Senin (20/4). 

Penyalurannya, lanjut dia, kemungkinan dilakukan pada 16 Ramadhan 1443 H sekaligus santunan kepada anak yatim piatu. Yang juga menarik, pada pengumpulan infaq sedekah bumi kali ini dikemas sesuai adat dan budaya warga Mrican yaitu berkeliling ke rumah-rumah warga. Meski begitu, pihaknya tidak memaksa jika ada masyarakat yang belum berkenan untuk ikut terlibat. 

“Alhamdulillah diluar dugaan, kita mendapat amanah yang besar dari warga Mrican,” terang Nasroh. 

Selanjutnya, alasan disalurkan pada 16 Ramadhan yaitu untuk ‘ngalap barokah’ momentum Nuzulul Qur'an. Atas dasar itu, dia meyakini amal jariyah warga Krajan Mrican menjadi lebih barokah untuk seluruh umat muslim di Ponorogo. 

Untuk diketahui, NU Care-LAZISNU adalah rebranding dan atau sebagai pintu masuk agar masyarakat global lebih mengenal Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama. NU Care-LAZISNU berdiri pada tahun 2004 sebagai sarana untuk membantu masyarakat, sesuai amanat Muktamar ke-31 NU di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. 

NU Care secara yuridis-formal dikukuhkan oleh SK Menteri Agama No. 65/2005 untuk melakukan pemungutan Zakat, Infak, dan Sedekah kepada masyarakat luas.
 
NU Care-LAZISNU merupakan lembaga nirlaba milik perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU) yang bertujuan, berkhidmat dalam rangka membantu kesejahteraan umat; mengangkat harkat sosial dengan mendayagunakan dana Zakat, Infak, Sedekah serta Wakaf (ZISWAF). 

NU Care-LAZISNU sudah ada di seluruh daerah di Indonesia dari mulai tingkatan desa sampai dengan pusat. Seluruh kegiatan NU Care-LAZISNU difokuskan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Musthofa Asrori

 
BNI Mobile