Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kajian NU Pakistan: Spesialkah Bulan Ramadhan?

Kajian NU Pakistan: Spesialkah Bulan Ramadhan?
Ramadhan diyakini memiliki keistimewaan, karena selain diwajibkan berpuasa, juga ada satu ibadah yang hanya dilakukan di bulan Ramadhan, yakni shalat Tarawih. (Ilustrasi)
Ramadhan diyakini memiliki keistimewaan, karena selain diwajibkan berpuasa, juga ada satu ibadah yang hanya dilakukan di bulan Ramadhan, yakni shalat Tarawih. (Ilustrasi)
Islamabad, NU Online
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Muslim mempunyai berbagai tradisi, di antaranya dengan Tarhib Ramadhan. Begitu pula Nahdliyin yang berada di Pakistan, tak kalah semangat dalam menyambut bulan Ramadhan tahun ini. Walaupun sedikit berbeda, tidak kalah hikmat dengan tahun-tahun sebelumnya.

Di tengah situasi pandemik Covid-19 ini PCINU Pakistan menginisiasi acara kajian tarhib tahun ini pada Senin (20/4) dengan menggunakan aplikasi Zoom. yang diikuti oleh Nahdliyin di Pakistan.
 
Dalam kajian kali ini pengurus menghadirkan pembicara yang sudah tak asing di kalangan Nahdliyin Pakistan. Mereka adalah Ustadz H Firman Arifandi, Ketua PCINU Pakistan tahun 2014 dan sekarang menjadi tim asatidz rumah fiqih. Tema yang diangkat yaitu Kata Siapa Ramadhan itu Spesial?
 
Acara dikoordinir oleh Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Alam (Lakpesdam) NU, Badad Alauddin dan dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat Tibbil Qullub, Asyghil dan Syi'ir li Khomsatun. Tujuan untuk mendoakan supaya wabah Covid-19 yang sekarang melanda segera diangkat oleh Allah SWT.
 

 
Ketua PCINU Pakistan, Ibnu Fikri Ghozali menyampaikan sudah seperti apa kesiapan kita dalam menyambut bulan Ramadhan tahun ini? "Hanya tinggal menghitung hari kita masuk bulan suci Ramadhan, sudah sampai manakah kesiapan kita mengisi hari-harinya?" tanyanya membuka sambutan.
 
Pemateri, Ustadz H Firman Arifandi, dalam penyampaian tausiyahnya sesekali menyelipkan guyonan yang merupakan ciri khas ulama NU hingga banyak mengundang gelak tawa warga. 
 
Ia memulai dengan mengupas tuntas tafsir dari surat al-Baqarah ayat 183 yang menerangkan kewajiban ibadah puasa. "Allah SWT mewajibkan ibadah puasa bagi orang beriman, sebagaimana diwajibkan pula kepada orang sebelum umat Nabi Muhammad SAW," terangnya.
 
Siapakah kaum sebelum umat Nabi Muhammad SAW yang diperintahkan berpuasa? "Mereka adalah kaum Nasrani yang diwajibkan berpuasa sejak bangun dari tidur hingga waktu Maghrib. Kaum Nabi Daud As pun mendapatkan perintah berpuasa secara zig-zag atau sehari puasa dan sehari tidak," paparnya.
 
Kemudian, Nabi Adam sebagai manusia pertama juga mendapatkan perintah berpuasa dari Allah SWT, yaitu puasa tiga hari dalam setahun. Dan, yang terakhir adalah perintah puasa untuk Maryam yang dilakukan secara unik yaitu berpuasa untuk tidak berbicara.
 
Ia juga menegaskan bahwa bulan Ramadhan sangat istimewa karena ada satu ibadah yang tak bisa dilaksanakan kecuali di bulan tersebut. "Kenapa ramadhan bisa spesial? Selain diperintahkan berpuasa di siang harinya, kita juga bisa menemukan satu ibadah yang hanya dapat dilakukan di bulan Ramadhan, yaitu Shalat Tarawih," tegasnya.
 
"Banyak ibadah yang Allah lipatgandakan pahalanya di bulan ini. Dan, ada pula ibadah yang Allah khususkan pada bulan ini. Maka, kita mempunyai kesempatan besar untuk meningkatkan ketakwaan dengan amal ibadah yang merupakan tujuan kewajiban ibadah puasa ini hingga kita keluar dari bulan ini sebagai orang yang menang lagi beruntung," pungkasnya.
 
Setelah pemaparan dilanjutkan dengan tanya-jawab seputar materi, dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Dewan Mustasyar, Al-Ustadz Eris Rismatullah. Tarhib Ramadhan diharapkan memberikan warna tersendiri serta memberikan aura kesemangatan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
 
Terkait pelaksanaan ibadah Ramadhan, Pemerintah Pakisan membolehkan ibadah di masjid dengan prosedur ketat untuk pencegahan penulara Covid-19. Sementara para WNI, khususunya para pelajar dan aktivis PCINU Pakistan, karena rata-rata tinggal di asrama kampus, melaksanakan Tarawih di tiap zona asrama. Mahasiswa tersebut juga melaksanakan karantina mandiri, artinya selama pencegahan Covid-19 mereka tidak dibolehkan melakukan aktivitas bepergian. Protokol pencegahan Covid-19 juga harus dipatuhi.
 
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile