Beras NUsantara OKU Timur Perkuat Ekonomi Nahdliyin

Beras NUsantara OKU Timur Perkuat Ekonomi Nahdliyin
Beras NUsantara OKU Timur. (Foto: Istimewa)
Beras NUsantara OKU Timur. (Foto: Istimewa)
OKU Timur, NU Online
Untuk memberikan penguatan ekonomi pergerakan PCNU Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan meluncurkan beras NUsantara. Peluncuran ini sekaligus penandatanganan kesepakatan (MoU) dengan CV Amnamun, Kamis (23/4) di Sekretariat Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Pemetung Basuki Buay Pemuka Peliung.
 
Ketua PCNU OKU Timur, HM Syahri mengatakan peluncuran dan MoU ini untuk memperkuat ekonomi sekaligus mengatasi dampak Covid-19.
 
Periode kepengurusan tahun ini, lanjutnya, jajaran tanfidziyah dan syuriyah bersepakat mengusung penguatan pada tiga hal. Bidang-bidang tersebut adalah organisasi, penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, dan penguatan ekonomi kemandirian NU.
 
"Hari ini kita mengawali dari program yang ketiga yakni penguatan ekonomi kemandirian dengan melakukan kerja sama yang mana meluncurkan produk beras sehat bergizi," ujarnya.

Beras yang disediakan nantinya dipasarkan ke seluruh Indonesia, dengan di bawah Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama OKU Timur.
 
"Walaupun Mas Abas (Ahmad Bastari, Direktur CV Amnamun) bergerak disektor perekonomian dalam kesehariannya, tetapi tetap ingat dengan NU, dengan ulama dan umat serta bangsa. Karena diketahui bersama NU tidak hanya mengurusi ulama dan umatnya saja, akan tetapi bangsa Indonesia secara umum," imbuh HM Syahri.
 
Ia berharap dalam membangun ekonomi kemandirian yang diawali dengan pengemasan beras NUsantara, nantinya diteruskan dengan program-program lainnya.
 
HM Syahri menegaskan PCNU OKU Timur akan semaksimal mungkin membantu dalam mengkomunikasikan kepada pihak-pihak terkait demi kelancaran kegiatan ini ke depan. "Agar kegiatan ini akan berkembang pesat yang nantinya akan membawa keberkahan bersama dan tentunya akan membawa nama baik PCNU OKU Timur," katanya.
 
Sementara itu Direktur CV Amnamun, Ahmad Bastari menuturkan, slogan perusahaannya adalah 'Mengajak belajar memahami hidup bekerja memenuhi dan beramal menghiasi hidup'.
 
"Dari pengalaman bekerja sebuah perusahaan dan pandangan-pandangan lain. Kami lebih bersyukur kepada Allah SWT, karena ditakdirkan untuk menjadi orang yang harus menjalani hidup belajar dari bawah. Sehingga bisa menciptakan sebuah konsep yang telah di ajarkan oleh guru-guru kami," ujarnya.
 
Abas memaparkan, logo bintang sembilan dengan tulisan Arab pada perusahaan Amnamun yang kepanjangannya adalah Amar ma'ruf nahi mungkar. Hal itu untuk menunjukkan konsep ajaran yang ditonjolkan oleh guru-guru dan kiai ulama-ulama terdahulu dengan bintang sembilan atau yang lebih dikenal dengan Walisongo.
 
"Konsep yang dilakukan oleh perusahaan ini adalah konsep dari ekonomi syariah di mana sering diedukasikan ke masyarakat, instansi, baik itu dari kalangan apapun terkait dengan ekonomi syariah nantinya," tambahnya.
 
Kontributor: Aziz
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile