Bantu Warga Terdampak Covid-19 di Kampung Halaman dari Tanah Perantauan

Bantu Warga Terdampak Covid-19 di Kampung Halaman dari Tanah Perantauan
Masyarakat galis peduli masyarakat kurang mampu. (Foto:NU Online/Muhammad Karim)
Masyarakat galis peduli masyarakat kurang mampu. (Foto:NU Online/Muhammad Karim)
Sumenep, NU Online
Situasi pandemi Covid-19 masih terus memantik perhatian sejumlah pihak untuk membantu warga terdampak, terutama upaya mengatasi dampak ekonominya, bantuan sembako dan sejenisnya masih seringkali ditemui di berbagai daerah. Salah satunya seperti di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur. Masyarakat di kawasan ini antusias bahu membahu membantu warganya yang kurang mampu. 
 
Menariknya, bantuan dikirim oleh para perantau yang berada di Jakarta. Mereka mengirimkan 9 kuintal lebih beras kepada warga terdampak Covid-19 di kampung halaman melalui truk ekspedisi dan kapal laut. Para perantau ini aktif dalam komunitas Koalisi Masyarakat Peduli Aksi Kemanusiaan atau KOMPAK.
 
"Ada adagium setiap ilmu harus menjadi amal, setiap amal harus terwujud dalam tingkah nyata," kata salah perantau di Jakarta asal Desa Galis, Giligenting M Yusuf AS, Ahad (26/4).
 
Donatur yang juga kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Kelapagading Timur ini menyatakan, lebih dari 20 perantau yang turut tergabung dalam KOMPAK bertekad membantu masyarakat kurang mampu di daerahnya di mana mereka tinggal, apalagi pada situasi pandemi Covid-19 tentu aksi kemanusiaan semacam ini sangat berarti.
 
"Beberapa tokoh dan kader muda perantau sudah menyamakan ide, visi, dan misi untuk menguatkan kebersamaan dan kegotongroyongan, bertujuan memberikan kepedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan latar belakang sosial dan status," imbuhnya.
 
Dirinya mengaku, kepekaannya terhadap situasi sosial ditempa saat dirinya mulai aktif di GP Ansor, banyak ilmu dan pengetahuan yang berharga dan mengharuskan dirinya berkontribusi kepada masyarakat yang sedang membutuhkan.
 
"Apa yang didapat usahakan bisa berbuah, dan buahnya harus kita bagi bersama. Kita bersama-sama dengan para perantau lain membangun kebersamaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang lebih membutuhkan," pungkasnya.
 
Lebih lanjut, salah satu anggota KOMPAK, Syamsul Arifin mengungkapkan, komunitas yang dikendarainya itu sudah menyadarkan akan pentingnya berbagi. Pasalnya, di daerahnya betapa masih banyak masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih dari aspek ekonominya. Bahkan mereka sudah tidak lagi bisa bekerja, hanya mengharap pemberian para dermawan.
 
"Kita tidak hanya berpikir bagaimana bekerja mendapat harta sebanyak-banyaknya, di perantauan juga mau peduli berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu di daerah asal," tegasnya.
 
Dia menambahkan, dari mulai dibentuknya komunitas ini, tepatnya pada 2019 lalu sudah cukup banyak warga yang mendapatkan bantuan dari KOMPAK. Hingga pada masa pandemi Covid-19 terhitung lebih dari 200 masyarakat menerima bantuan beras, per warga mendapatkan sekitar 8 kg beras.
 
Kontributor: Muhammad Karim
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile