Satgas NU Peduli Covid-19 Jakarta Salurkan Bantuan 1,1 Miliar untuk Warga

Satgas NU Peduli Covid-19 Jakarta Salurkan Bantuan 1,1 Miliar untuk Warga
Dalam pemenuhan kebutuhan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak harus transparan, adil, dan merata sehingga tidak menimbulkan masalah baru. (Foto: Istimewa)
Dalam pemenuhan kebutuhan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak harus transparan, adil, dan merata sehingga tidak menimbulkan masalah baru. (Foto: Istimewa)
Jakarta, NU Online
Satuan Tugas NU Peduli Covid-19 DKI Jakarta sebagai bagian dari masyarakat membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Satgas NU DKI melakukan preventif, promotif, kuratif, dan sosial ekonomi. Sejak pemerintah menetapkan Indonesia terpapar Covid-19, Satgas NU DKI telah menurunkan bantuan total senilai 1,1 miliar rupiah untuk warga yang disalurkan dalam berbagai bentuk.

Koordinator data dan informasi (Datin) Satgas NU Peduli Covid-19 DKI Jakarta Umdatul Qorry menyampaikan bahwa Satgas NU DKI Jakarta telah melaksanakan aktivitas yang menunjang empat tujuan tersebut yang diturunkan dalam berbagai aksi di Jakarta.

Satgas NU Peduli Covid-19 DKI Jakarta melakukan penyemprotan disinfeksi di 278 titik, penyerahan bantuan lebih dari 180 RT dan lingkungan warga, 128 tempat ibadah, 49 fasum dan faskes, 38 sarana pendidikan, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di 59 lokasi, pembagian 13.543 picis hand sanitizer, 23.100 masker, 135 set baju hazmat, 27 set wastafel portabel, 576 paket sembako, 5840 nasi kotak, dan sosialisasi PHBS melalui Car of Covid-19 Care (CoC).

"Jika dikonversi hingga saat ini, jumlah bantuan tersebut mencapai 1,1 miliar rupiah," kata Umdatul Qorry.
 
Bantuan ini berasal dari berbagai pihak di antaranya LAZISNU, LDD KAJ, PGI, Kanwil Kemenag DKI Jakarta, para donatur dan keluarga besar NU.

M Wahib Emha dari Satgas NU Peduli Covid-19 DKI Jakarta menyampaikan bahwa Satgas NU DKI Jakarta akan terus mengajak dan membantu masyarakat untuk menjadi bagian terpenting dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Menurutnya, NU memiliki sumber daya yang dapat mendukung hal tersebut di antaranya peran aktif pengurus NU dari tingkat nasional hingga tingkat ranting/kelurahan, para kiai, asatidz dan warga NU yang dapat membantu menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat.

Ia mendorong Pemerintah DKI Jakarta untuk terus memiliki terobosan dalam penanganan Covid-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, PSBB harus terus ditingkatkan dan diperketat.

"Juga dalam pemenuhan kebutuhan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak harus transparan, adil, dan merata sehingga tidak menimbulkan masalah baru," kata Wahib yang juga Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) DKI Jakarta.

Adapun penanganan Covid-19 di Jakarta terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data di situs resmi Pemrov DKI Jakarta, penambahan kasus baru mulanya terus meninggi. Pada 15 April, penambahan kasus baru menunjukkan jumlah tertinggi, yakni 223 orang.

Jumlah kasus baru secara perlahan menurun sejak 21 April hingga 26 April 2020. Pada 27 April 2020, jumlah kasus baru lebih sedikit dibandingkan hari sebelumnya. Pada 26 April, penambahan kasus baru mencapai sebanyak 65 orang. Jumlahnya meningkat menjadi 70 orang pada 27 April 2020.

Perlambatan penularan Covid-19 di DKI Jakarta ini terjadi karena penerapan PSBB yang berjalan dengan baik. Dengan PSBB, kegiatan masyarakat yang berpotensi menularkan virus terbatasi. Namun demikian secara nasional DKI Jakarta masih tertinggi.

"Penanganan Covid-19 menjadi tugas bersama, baik pemerintah maupun masyarakat," kata Wahib.
 

Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile