Didi Kempot Meninggal, Gus Miftah: Atiku Ambyar, Tapi Harus Ikhlas

Didi Kempot Meninggal, Gus Miftah: Atiku Ambyar, Tapi Harus Ikhlas
Gus Miftah dan Didi Kempot (tangkapan layar video YouTube saat mereka berdua konser di Ponorogo)
Gus Miftah dan Didi Kempot (tangkapan layar video YouTube saat mereka berdua konser di Ponorogo)
Jakarta, NU Online
Mendengar kepulangan Didi Kempot ke Haribaan Ilahi, Gus Miftah mengaku hatinya ambyar. Meskipun demikian, ia juga merasa harus ikhlas melepas sahabatnya tersebut.

“Atiku ambyarrrr mas..... tapi aku kudu ikhlas,” tulisnya dibubuhi emotikon tangis pada akun Instagramnya, @gusmiftah, Selasa (5/5).

Gus Miftah menyaksikan bahwa penyanyi lagu campursari itu sosok yang sangat baik. “Aku nyekseni mas, jenengan orang baik. Selamat jalan sahabatku,” katanya.

Sebelum viral dengan lagu-lagunya tentang merayakan patah hati yang menghibur semua kalangan, Gus Miftah menyampaikan bahwa almarhum kerap mengaji kepadanya di Pondok Ora Aji. Bahkan ia tak sendiri, melainkan bersama rombongannya, yaitu istri dan krunya. “Sebelum viral almarhum beserta isteri dan crew nya seirng Ngaji ke pondok,” ujarnya.

Sampai suatu saat, tulis Gus Miftah, almarhum meneleponnya meminta didoakan agar bisa viral. “Mbok kulo di dongakke supaya bisa viral to gus,” kata Gus Miftah mengutip pernyataan Didi Kempot.

Almarhum pun sempat ingin kembali mengaji kepada Gus Miftah di kediamannya. Hal itu diungkapkan saat mereka sepanggung pada acara pernikahan putra KH Dimyati Rois, yakni Gus Alamuddin.
 
“Terakhir kali Ngaji dan nyanyi bareng di resepsi nikahan gus @alamuddin.dr kita bikin slogan : sombat ambyar vs santri ambyar, dan jenengan berbisik besok Ngaji ke pondok lagi nggeh,” katanya.

Namun, sebelum hal itu dapat ditunaikan, almarhum berpulang lebih dahulu ke Sang Pencipta.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengungkapkan bahwa sosok almarhum di matanya tidak nampak kesombongan, melainkan ramah dan tawadhu. “Ramah, santun, tidak ada sedikit pun tanda-tanda kesombongan, dan tawadhu. Apalagi dengan kiai dan ulama, dan sangat-sangat religius,” ujarnya.

Kiai Said juga menyebut almarhum sebagai salah seorang yang mencintai NU. Hal tersebut terbukti dengan salah satu lagu yang didendangkannya menggambarkan tentang NU dan Islam Nusantara. Ia juga didapuk sebagai Duta Pencak Silat Pagar Nusa.
 
Pewarta: Syakir NF
Editor: Abdullah Alawi 
 
BNI Mobile