Pasar Ramadhan, Cara Pelajar NU di Jombang Tambah Kas Organisasi

Pasar Ramadhan, Cara Pelajar NU di Jombang Tambah Kas Organisasi
Pasar Ramadhan IPNU-IPPNU Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. (Foto:Istimewa)
Pasar Ramadhan IPNU-IPPNU Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. (Foto:Istimewa)
Jombang, NU Online
Sejumlah anak muda di Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) cukup peka memanfaatkan momentum bulan Ramadhan.
 
Di samping menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kewajiban, mereka juga membuka Pasar Ramadhan untuk menambah kas organisasi. Lokasinya di Dusun Sapon, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur.
 
Barang-barang yang dijual mayoritas adalah menu santapan buka puasa dan aneka cemilan ringan yang digandrungi masyarakat sekitar. Meski demikian, pasar yang berjalan selama satu pekan ini terbilang laris. Setiap harinya dipastikan ada saja yang membeli, bahkan seringkali ludes terjual.
 
"Menunya ada pentol bakar, es ambyar, es campur, churros, pisang krispi, sate usus, martabak usus, ceker pedas, dan pisang coklat," kata Ketua Pimpinan Ranting (PR) IPPNU Jombatan, Kecamatan Kesamben, Ririn Frastika, Ahad (10/5).
 
Dipilihnya sejumlah menu tersebut karena menurutnya kebanyakan masyarakat mencari tambahan menu buka puasa yang instan. Benar saja, dari awal buka pasar dagangannya selalu habis.
 
"Kita mencari peluang karena lagi momentum Ramadhan dan biasanya masyarakat itu ngabuburit. Selain itu kita juga belajar manajemen keuangan dengan kegiatan berdagang," ucapnya.
 
Modal yang digunakan menurutnya, diambilkan dari kas organisasi sebesar 300 ribu rupiah. Nominal itu kemudian dibelanjakan sejumlah menu hingga dalam satu pekan. "Modal yang digunakan kita pinjam uang kas," jelasnya.
 
Pengurus berupaya mengelola dagangannya dengan demikian baik agar modalnya kembali, bahkan mendapat keuntungan yang lumayan. "Dan alhamdulillah kita bisa dapat keuntungan sebesar 399 ribu rupiah," tuturnya.
 
Menanggapi kreativitas kader muda NU itu, salah satu penasehat PR IPNU Jombatan, Nuruddin Suryanulloh sangat mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya hal ini merupakan bentuk dedikasi yang patut dihargai. Karenanya ia berharap Pasar Ramadhan bisa terus berlanjut di Ramadhan-Ramadhan selanjutnya.
 
"Meskipun produk yang dijual belum bisa bikin sendiri alias masih menggunakan sistem konsinyasi, saya sangat bangga, dua jempol untuk adik-adikku," ungkapnya.
 
Menurutnya, Pasar Ramadhan bisa menjadi bekal pengurus IPNU-IPPNU Jombatan untuk menata mental yang kuat sekaligus pembelajaran dalam bidang usaha.
 
"Saya pesan kepada rekan dan rekanita semua agar kegiatan ini diniatkan untuk mencari ilmu dan pengalaman, tanamkan loyalitas dan tanggung jawab," pungkasnya.
 
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile