Satgas NU Peduli dan Kemendes Perkuat Telemedicine di Seluruh Pelosok Desa

Satgas NU Peduli Covid-19 saat bertemu Mendes Abdul Halim Iskandar. (Foto: dok. Kemendes PDTT)
Satgas NU Peduli Covid-19 saat bertemu Mendes Abdul Halim Iskandar. (Foto: dok. Kemendes PDTT)
Satgas NU Peduli Covid-19 saat bertemu Mendes Abdul Halim Iskandar. (Foto: dok. Kemendes PDTT)
Jakarta, NU Online
Satuan Tugas NU Peduli Covid-19 bersama Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI melakukan kerjasama penguatan telemedicine di seluruh desa yang tersebar di Indonesia. Kerjasama itu dilakukan dalam rangka membantu masyarakat melakukan pencegahan Covid-19 sehingga virus mematikan tersebut dapat terputus mata rantainya.

Nantinya perangkat desa dan masyarakat desa diberikan banyak edukasi, sosialisasi dan layanan kesehatan Covid-19 oleh NU Peduli di seluruh desa di Indonesia. Kerjasama tersbut diharapkan mampu mengurai angka positif Covid-19 di pelosok desa.

Ketua Satgas NU Peduli Covid-19, dr Muhammad Makky Zamzami mengatakan, pertemuan dengan Mendes PDTT RI, Abdul Halim Iskandar, telah dilangsungkan Selasa (12/5) lalu. Dalam pertemuan tersebut hadir pula Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes).

Selain penguatan telemidicine bagi masyarakat desa, kerjasama juga memuat hal penyelenggaraan serial pelatihan daring bagi kepala desa-pendamping dan untuk memperkuat ketahanan pangan sehat desa.

“Hasil audiensi yang kami lakukan yakni adanya kesepakatan intervensi bersama asistensi desa tanggap Covid-19 melalui kegiatan pelatihan online untuk para pendamping desa, kepala desa, memperkuat telemedicine desa, ketahanan pangan sehat desa,” kata Dokter Makky kepada NU Online, Kamis (14/5).

Ia menjelaskan, sejak ada pasien positif Covid-19 di Indonesia PBNU cepat tanggap dengan langsung membentuk Satgas NU Peduli Covid-19 dari mulai level pusat sampai dengan level terbawah. Ada 32 kelembagaan NU Peduli di masing-masing provinsi di Indonesia, sementara tingkat kabupaten/kota sudah tersebar di 300 daerah.

Kelembagaan NU Peduli, lanjutnya, telah banyak memberikan hal-hal baru kepada masyarakat terkait ajakan melakukan pencegahan Covid-19 dan meningkatkan kewaspadaan terhadap virus tersebut.
 
Seluruhnya memuat 5 prioritas yang telah dicanangkan Satgas NU Peduli Covid-19 pusat yakni  promotif, preventif, jejaring ekonomi renta-pemberdayaan masyarakat, pendampingan warga terdampak Covid-19 dan membuka layanan kesehatan (kuratif).

“Promotif melalui edukasi mobil keliling COC (Car of COVID-19 Care) yang disetting menggunakan bahasa daerah setempat. Preventif yakni penguatan instruksi PBNU protokol covid,” ujarnya.

Selama Covid-19 di Indonesia mewabah kegiatan-kegiatan Satgas NU Peduli antara lain, pendampingan pemulangan santri, pemberian fasilitas cuci tangan portable, hand sanitizer, masker dan penyemprotan disinfektan. Seluruhnya dilakukan relawan NU Peduli secara terus menerus.

Yang tak kalah penting, NU Peduli telah menyediakan 22 Rumah Sakit NU khusus melayani pasien Covid-19. Belum lagi pendistribusian bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker yang diberikan secara langsung kepada tenaga medis.

“Selain itu ada kegiatan jejaring ekonomi rentan dan pemberdayaan masyarakat dengan mengerahkan para penjahit lokal untuk membuat APD masker dan lain-lain. Kita juga menerbitkan media KIE dan panduan pencegahan covid dari dua perspektif kesehatan dan agama. Nah dalam waktu dekat kami diminta Kemenkes RI untuk telemedicine desa. Karena itu audiensi ini dilakukan,” tuturnya.

Merespon hal itu, Mendes PDTT RI, Abdul Halim Iskandar mengapresiasi capaian yang telah diraih Satgas NU Peduli Covid-19. Menurutnya, kegiatan tersebut harus dipertahankan dalam rangka membantu pemerintah melawan Corona karena telah memiliki dampak yang signifikan ke masyarkat desa.

Dia pun siap memfasilitasi semua kebutuhan yang diperlukan Satgas NU Peduli saat melakukan aksi-aksi pencegahan Covid-19 di Desa-desa. Terutama terkait pendampingan masyarakat dan pelatihan SDM desa.

“Saya mengapresiasi kinerja NU Peduli jika bisa sinergi dengan desa-desa dalam pendampingan masyarakat.  Kemendes akan memfasilitasi untuk mewujudkan desa tanggap covid bersama NU, IAKMI dan Adinkes,” ungkapnya.

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile