PEDULI COVID-19

Bantu Kaum Disabilitas, Satgas Covid-19 NU NTB Gandeng Pemdes di Lotim 

Tim Satgas NU NTB dan Pemdes Lotim mengantarkan paket bantuan kepada warga disabilitas. (Foto: Dok. Satgas NU NTB)
Tim Satgas NU NTB dan Pemdes Lotim mengantarkan paket bantuan kepada warga disabilitas. (Foto: Dok. Satgas NU NTB)
Tim Satgas NU NTB dan Pemdes Lotim mengantarkan paket bantuan kepada warga disabilitas. (Foto: Dok. Satgas NU NTB)
Mataram, NU Online
Kaum disabilitas menjadi perhatian Satgas NU Peduli Covid-19 NU NTB mengingat keterbatasan dan kerentanan yang dimiliki mereka. Satgas menggandeng pemerintah desa Gelanggang, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur memberikan bantuan paket sembako kepada penyandang disabilitas.

Hal tersebut disampaikan Anggota Satgas Covid-19 NU NTB Selamat Subroto kepada NU Online, Ahad (17/5) malam.

Ia menjelaskan, pada saat kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, penyandang disabilitas merupakan kelompok masyarakat yang juga sangat terdampak baik secara sosial, kesehatan, apalagi ekonomi. 

Oleh karena itu, Sekretaris Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Provinsi NTB ini menyampaikan, Satgas NU Peduli fokus memberikan dukungan kepada kelompok rentan yang terdampak pandemi Covid-19 seperti penyandang disabilitas. 

“Satgas NU memberikan perhatian terhadap kelompok ini, karena tingkat kerentanan mereka. Berdasarkan informasi relawan di lapangan, banyak penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial,'' kata Ketum PMII Kota Mataram masa bakti 2010-2011 ini.

Menurutnya, hal itulah yang mendorong Satgas NU memberikan prioritas untuk diintervensi dan mengajak semua pihak bekerja sama serta bergotong-royong mengurangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan Covid-19 terhadap penyandang disabilitas. 

Sementara itu, Kepala Desa Gelanggang, Sugianto, menyampaikan terima kasih kepada Satgas NU yang telah membantu warganya. 

Penyandang disabilitas, kata dia, sering tidak diperhatikan keberadaannya. Peran dan suara mereka sering diabaikan dalam perencanaan pembangunan. Lebih-lebih sebagai penerima manfaat pembangunan. 

“Apa yang dilakukan oleh Satgas NU sudah tepat. Ini harus kita contoh sehingga tidak ada lagi warga yang mengeluhkan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah desa,” sebutnya.

Ia berharap, ke depan akan terus tercipta sinergi untuk memberdayakan warga desa yang memiliki keterbatasan. Apapun kondisi yang dialami oleh penyandang disabilitas tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Mereka adalah saudara kita, punya hak dan kewajiban yang sama. Jadi, mereka harus diperhatikan,” tegas Kades yang dikenal dekat dengan pemuda ini.

Kontributor: Hadi
Editor: Musthofa Asrori
BNI Mobile