IMG-LOGO
Daerah

Begini Cara RSI Unisma Tingkatkan Pelayanan Kesehatan bagi Dhuafa

Rabu 20 Mei 2020 23:30 WIB
Begini Cara RSI Unisma Tingkatkan Pelayanan Kesehatan bagi Dhuafa
Direktur RSI Unisma dan Ketua NU Care-LAZISNU Jatim usai penandatanganan kerja sama. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Malang, NU Online 
Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menandatangi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan NU Care Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) yang digelar di lantai 7 gedung direksi RSI Unisma, Rabu (20/5).
 
Dokter Tri Wahyu Sarwiyata, Direktur RSI Unisma mengatakan perjanjian bermaksud meningkatkan kepedulian sosial. 
 
“Misalnya seperti santunan anak yatim, guru ngaji dan para dhuafa di lingkungan RSI Unisma Malang,” kata dokter Wahyu saat memberikan sambutan.
 
Acara dikemas dengan santunan anak yatim yang diwakili tiga panti asuhan di sekitar Unisma. “Tahun lalu kami menggelar acara serupa tapi dengan mendatangkan semua anak yatim dan para dhuafa dan digelar secara terbuka yang ditempatkan di masjid Unisma,” kata dokter yang juga Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jawa Timur ini.
 
Kerja sama sudah dilakukan sejak 2018 dan akan terus dikembangkan. Dan dirinya berharap kebersamaan tersebut diikuti rumah sakit NU yang bergabung di Arsinu (Asosiasi Rumah Sakit NU). 
 
“Menjadi bagian dari NU Care-LAZISNU Jawa Timur sangat bermanfaat bagi kami pengelola rumah sakit, semua dana yang berasal dari dokter dan karyawan rumah sakit dikelola sendiri,” tuturnya.
 
Hal itu diamini Ketua NU Care-LAZISNU Jatim, A Afif Amrullah. Bahwa tujuan keberadaan lembaga di rumah sakit untuk menyatukan pengelolaan zakat infaq dan sedekah di semua rumah sakit NU. Yang semua dikembalikan ke pihak rumah sakit baik secara pendanaan, pendistribusian dan pengelolaan.
 
“Kami bersama RSI Unisma ke depan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu. Terutama pemberikan pelayanan BPJS kepada dhuafa,” kata A Afif Amrullah. 
 
Afif juga menegaskan agar para dokter dan karyawan RSI Unisma juga memperhatikan pengelolaan zakat, sebab merupakan bentuk dari keimanan kepada Allah, dan sedekah bentuk dari kepedulian sesama. 
 
“Dengan dana zakat tersebut bisa digunakan membantu pembanyaran BPJS bagi warga yang benar-benar tidak mampu atau yang dikatagorikan kaum miskin atau fakir,” tegasnya.
 
Pria yang juga Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur ini menjelaskan beberapa program LAZISNU di tengah pandemi Covid-19. Dari aspek kesehatan bersama LKNU telah membagikan seribu lebih Alat Pelindung Diri untuk para dokter. 

“Sedangkan dari aspek sosial juga membagikan 1 juta sembako rakyat kepada masyarakat yang terdampak,” pungkasnya. 
 
 
Kontributor: Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG