Jaga Ketahanan Pangan, Satgas NU NTB Bantu Bibit Singkong

Gerakan ayo menanam singkong yang diinisiasi Satgas NU NTB Peduli (Foto: NU Online/Hadi)
Gerakan ayo menanam singkong yang diinisiasi Satgas NU NTB Peduli (Foto: NU Online/Hadi)
Gerakan ayo menanam singkong yang diinisiasi Satgas NU NTB Peduli (Foto: NU Online/Hadi)
Lombok Timur, NU Online
Satgas NU Nusa Tenggran Barat (NTB) Peduli terus menyalurkan bantuan paket sembako dan bibit singkong untuk masyarakat terdampak Covid-19 bersama Komunitas Budhayana Indonesia (KBI) NTB ke Pondok Pesantren Riyadul Falah, Desa Aik Prape Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Rabu (19/5). 
 
Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk mengurangi dampak Covid-19 bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, disabilitas, dan lansia. 
Koordinator KBI NTB Metawadi saat serah terima bantuan paket sembako menyampaikan bahwa yang dilakukannya adalah upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
 
"Akan terus kami diupayakan dengan memberikan bantuan makanan berupa paket sembako, semoga dengan upaya ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita khususnya mereka yang memiliki keterbatasan. Dan ke depan kita akan terus bersama NU untuk menjangkau warga," ujarnya kepada NU Online Kamis (21/5). 
 
Wakil Ketua Satgas NU NTB Peduli Apipuddin menjelaskan, gerakan pencegahan dan penanganan dampak Covid-19 oleh Satgas NU NTB Peduli, tidak saja dilakukan dengan kegiatan-kegiatan sosialisasi, pembagian masker, cairan pencuci tangan (hand sanitizer), penyemprotan disinfektan, dan pembagian sembako, sebagai upaya menjaga kesehatan dan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. 
 
"Satgas NU NTB Peduli juga mendorong 'gerakan ayo menanam' untuk membangun ketahanan pangan di level jamaah dan warga NU," ungkapnya.  
 
Gerakan ini lanjutnya, bertujuan untuk membangun kesadaran dan keswadayaan warga dalam rangka memanfaatkan pekarangan dan lahan yang dimiliki untuk menanam tanaman pangan yang dapat dijadikan sebagai sarana memperkuat ketahanan pangan.
 
"Ini untuk mengantisipasi potensi kerawanan pangan akibat pandemi Covid-19. Juga sebagai sarana untuk saling membantu antar warga yang kekurangan bahan pangan," jelas Dosen Fakultas Syari'ah UIN Mataram ini.
 
Disampaikan, Satgas NU NTB Peduli juga mengajak jamaah dan warga NU di NTB terus memperkuat kepedulian dan memupuk semangat gotong royong membantu sesama dalam mencegah dan mengurangi dampak Covid-19.
 
"Saat ini sedang kita masifkan membangun upaya ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan yang dimiliki untuk bercocok tanam. Dengan cara itu kita berharap jamaah dan warga NU dapat lebih siap dan mandiri menghadapi potensi kerawanan pangan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19," katanya.
Pengurus Pesantren Riadul Falah menyambut baik gagasan Satgas NU NTB. Apa yang telah dilakukan Satgas NU NTB Peduli merupakan inisiatif yang sangat bagus.
 
"Kita warga NU harus menyambut gagasan ini, dengan cara ini kita bisa menjadi warga yang kuat dan tidak terlalu terdampak secara ekonomi karena bisa mengambil bahan pangan dari lahan yang kita miliki sewaktu-waktu," ujar Pengasuh Pesantren Riadul falah Ustazd Abror.
 
"Insyaallah dengan cara ini kita bisa mandiri dan tidak bergantung kepada sumbangan dan belas kasihan orang lain, ini bagus kita harus dukung," sambungnya.
Sebagai bentuk dukungan atas gagasan Satgas NU NTB, bibit pohon singkong langsung ditanam dilahan milik pesantren.
 
Kontributor: Hadi
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile