Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Akibat Covid-19, Pedagang Bunga Sekar di Kota Banjar Kehilangan Penghasilan

Akibat Covid-19, Pedagang Bunga Sekar di Kota Banjar Kehilangan Penghasilan
Yati saat menunjukkan salah satu bunga yang biasanya dijual menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Mudunan. (Foto: NU Online/Wahyu) 
Yati saat menunjukkan salah satu bunga yang biasanya dijual menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Mudunan. (Foto: NU Online/Wahyu) 
Kota Banjar, NU Online
Pedagang musiman bunga sekar mengeluhkan akibat pandemi Covid-19. Omsetnya tidak hanya menurun. Namun, banyak di antara mereka yang gagal berjualan. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya tempat untuk berjualan dan menurunnya daya beli masyarakat.

Yati, nenek yang biasanya menjajakan bunga sekar dagangannya di Pasar Kota Banjar menjelang Hari Raya Idul Fitri (mudunan), merasakan sekali dampak wabah virus asal Wuhan Tiongkok ini.

Ia mengatakan, pada mudunan tahun ini dirinya tidak bisa melakukan aktivitas berdagang seperti biasanya. Bukan karena barang yang akan dijual tidak ada. Namun, tempat yang biasanya digunakan untuk berdagang tidak bisa ditempatinya akibat adanya kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

"Jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini tidak jualan bunga sekar. Tempatnya terbatas, hanya untuk pedagang yang sudah memiliki tempat saja, baik nyewa ataupun milik pribadi," katanya kepada NU Online, Sabtu (23/5).

Menurut Yati, berdagang kembang musiman tersebut biasanya dilakukan guna menambah penghasilan jelang Idul Fitri. Namun, akibat pandemi dirinya harus merelakan untuk tidak berdagang.

"Saya berdagang bunga untuk menyekar itu setahun sekali. Kalau bisa dagang kan lumayan bisa untuk tambah-tambah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Tapi ya gimana lagi, sekarang yang tidak punya tempat tidak bisa berdagang," ujarnya sedih.

Penghasilan dari berjualan bunga sekar, lanjut dia, dapat menghasilkan uang sampai jutaan rupiah. Hal tersebut didapatkan dari para pemudik yang akan berziarah ke makam orang tua atau sanak saudaranya.

"Puluhan masyarakat di sini kalau jelang hari raya atau mudunan, mayoritas pada jualan bunga di pasar. Kalau lagi beruntung bisa mendapat sampai satu juta. Pembelinya kan orang-orang dari kota. Jadi, belinya tidak eman-eman," imbuhnya.

Dirinya berharap Pandemi Covid-19 dapat segera ditemukan obatnya, sehingga pada mudunan tahun depan dapat berjualan bunga seperti biasanya. Dengan demikian, dapat sedikit membantu untuk belanja barang untuk perayaan Idul Fitri.

"Saya berharap semoga pandemi ini segera berlalu dan mudunan tahun depan bisa ikut dagang bersama teman-teman lainnya di pasar Kota Banjar," harapnya.

Kontributor: Wahyu Akanam
Editor: Musthofa Asrori
 
BNI Mobile