ISNU Sumsel: 2.700 Paket Sembako Hasil dari Urunan Anggota

ISNU Sumsel: 2.700 Paket Sembako Hasil dari Urunan Anggota
ISNU Palembang salurkan sembako hasil urunan anggota kepada warga terdampak Covid-19 (Foto: Dokumen ISNU Palembanng)
ISNU Palembang salurkan sembako hasil urunan anggota kepada warga terdampak Covid-19 (Foto: Dokumen ISNU Palembanng)
Palembang, NU Online
Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumatera Selatan mendonasikan bantuan anggota ISNU sejumlah 2.700 paket sembako warga rentan ekonomi terdampak akibat pandemi Covid-19.
 
Sekretaris PW ISNU Sumsel Feriansyah kepada NU Online Sabtu (23/5) mengatakan, paket sembako sebanyak itu didonasikan kepada warga terdampak di Kota  Palembang dan sekitarnya.
 
"Utamanya diberikan kepada para guru ngaji, ustadz, dan ustadzah yang terhenti aktivitas ngajarnya akibat kebijakan penanganan Covid-19. Dalam merealisasikan kegiatan ini kami bekerjasama dengan ISNU Cabang Palembang," kata Feriansyah di Palembang.
 
Dijelaskan, untuk menghindari terjadinya kerumunan massa, paket sembako yang berisi beras, tepung terigu, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya itu langsung disampaikan ke rumah penerima. 
 
"Penyaluran seperti ini selain memenuhi standar protokol kesehatan di masa pandemi Corona sekaligus menumbuhkan semangat persaudaraan antara para sarjana NU dengan masyarakat di akar rumput," ucapnya.
 
Dia menambahkan, sembako yang didonasikan itu pengadaannya dibiayai secara patungan atau gotong royong oleh para sarjana NU di Palembang. Kegiatan bersedekah menjelang lebaran oleh para sarjana NU ini adalah agenda rutin tahunan ISNU dan akan terus dilestarikan sehingga menjadi agenda tetap.
 
"Alhamdulillah, penyaluran bantuan paket sembako ini sudah tuntas dua hari sebelum lebaran, sehingga diharapkan tidak ada warga terdampak yang kesulitan bahan pangan saat merayakan lebaran tahun ini," ujarnya.
 
Ketua Pimpinan Cabang (PC) ISNU Palembang Sumsel,  Ratu Dewa yang juga menjabat Sekda Kota Palembang mengatakan, bantuan sembako yang diberikan tidak hanya bagi guru ngaji, namun juga tukang pijat, guru, ustadz, ustadzah, dan warga masyarakat lainnya yang membutuhkan. 
 
"Jauh sebelum pembagian sembako daftar calon penerima bantuan sudah kami inventarisir dan divalidasi, sehingga penyalurannya tepat sasaran," pungkasnya.
 
Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile