LPBINU DKI Jakarta Salurkan 400 Paket Lebaran

LPBINU DKI Jakarta Salurkan 400 Paket Lebaran
Program ‘tengok tetangga’ dengan membagikan sembako, nasi kotak, berbagai lainnya. (Foto: Dok Istimewa)
Program ‘tengok tetangga’ dengan membagikan sembako, nasi kotak, berbagai lainnya. (Foto: Dok Istimewa)
Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) DKI Jakarta dan Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ) membagikan 400 paket lebaran untuk para dhuafa dan warga terdampak Covid-19 di DKI Jakarta. Kedua lembaga ini sebelumnya juga telah membagikan ribuan nasi boks kepada warga Jakarta.

Ketua LPBINU DKI Jakarta M Wahib Emha menyampaikan terima kasih kepada LDD KAJ yang mempercayai LPBINU DKI Jakarta sebagai mitra aksi. Menurutnya, kerja sama kedua lembaga lintas iman ini perlu terus digalakkan agar terciptanya perdamaian di tingkat umat.

"Yang kedua bahwa nilai luhur dari keberagamaan adalah menghargai keragaman. Pada akhirnya kita dapat mengimplementasikan nilai tersebut pada aksi sosial dan aksi kemanusiaan dengan cara 'memanusiakan manusia'," kata M Wahib.

Direktur LDD KAJ Romo Kristiono Puspo SJ menyampaikan, kerja sama antara LPBINU DKI Jakarta dan LDD KAJ telah berjalan cukup lama. Kerja sama ini murni bersifat persoalan kemanusiaan karena adanya chemistry dua lembaga ini, yaitu sama-sama peduli pada umat dan masyarakat.

Penerima paket, Djoko Pujono (70), menyampaikan ucapan terima kasih kepada LPBINU DKI Jakarta dan LDD KAJ atas paket lebaran yang telah ia terima.

"Saat lebaran seperti ini kami mendapatkan paket yang berisi kue-kue lebaran sehingga kami dapat merayakan lebaran dengan paket lengkap, kue dan lain-lain," kata Djoko.

Adapun bulan suci Ramadhan tahun 1441 H ini merupakan Ramadhan dengan ujian lebih berat dari tahun sebelumnya. Warga muslim dunia melaksanakan puasa dengan penerapan new normal karena adanya pandemi Covid-19 yang menyerang lebih dari 200 negara di dunia.

Pascapuasa umat Islam merayakan lebaran untuk bersilaturrahmi dan bermaafan serta mudik tahunan. Namun, pada tahun ini silaturrahmi dilaksanakan melalui media sosial dan online.

"Karena adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kita tidak dapat meninggalkan tempat tinggal dan juga tidak bisa menerima orang lain ke tempat kita," kata Wahib.

Penerapan PSBB merupakan langkah tepat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Penerapan PSBB berdampak pada banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan, utamanya para pekerja harian sektor informal.

Selama tiga bulan terakhir, Satgas NU DKI Jakarta Peduli Covid-19 yang digerakkan oleh LPBINU DKI Jakarta telah melaksanakan berbagai aksi untuk membantu warga terdampak, dari program preventif sampai program jaringan pengaman sosial.

"Kita menjalankan program 'tengok tetangga' dengan membagikan sembako, nasi kotak, berbagai lainnya," kata Wahib.
 

Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile