Pemberlakukan Normal Baru Harus Jamin Kesehatan Warga Pesantren

Pemberlakukan Normal Baru Harus Jamin Kesehatan Warga Pesantren
Pesantren dengan jumlah santri dan pengasuhnya ratusan bahkan ribuan santri harus diperhatikan pencegahan Covid-19 menyambut pemberlakukan normal baru. (Foto: Pesantren Annur Malang)
Pesantren dengan jumlah santri dan pengasuhnya ratusan bahkan ribuan santri harus diperhatikan pencegahan Covid-19 menyambut pemberlakukan normal baru. (Foto: Pesantren Annur Malang)
Jakarta, NU Online
Penerapan pola hidup baru di tengah pandemi Covid-19 yang direncanakan mulai berlaku 1 Juni 2020 mendatang, hendaknya disiapkan dengan pemaksimalan kecukupan sarana kesehatan masyarakat.
 
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Ahmad Fahrur Rozi, dalam rilis yang diterima NU Online, Kamis (27/5) pagi.
 
"Pemerintah diminta tidak hanya menekankan dan memerhatikan satu sektor saja seperti upaya ketahanan ekonomi, tetapi juga memikirkan dampaknya di bidang pendidikan. Khususnya pada kelangsungan pendidikan pondok pesantren dan kegiatan keagamaan," kata dia.
 
Ia menegaskan pondok pesantren merupakan pendidikan tradisional  khas Indonesia yang telah berusia ratusan tahun dengan jutaan santri pada saat ini. Artinya, pondok pesantren juga kumpulan masyarakat yang hidup bersama secara komunal selama  24 jam dalam kondisi sangat sederhana.
 
"Jumlah santri dan pengasuh dalam pesantren sangat banyak. Hal ini kiranya perlu mendapatkan perhatian khusus pemerintah agar dapat segera dibuka kembali dengan standar kesehatan era new normal," kata Gus Rozi.
 
Melalui Ikatan Gus Gus (IGGI), pihaknya meminta kepada pemerintah hendaknya memberikan fasilitas rapid tes gratis dan tenaga medis. Tujuannya untuk membantu mengecek kesehatan semua santri saat kedatangan di pesantren.
 
Selain itu, pengasuh Pesantren Annur Bululawang, Malang, Jawa Timur ini mendorong pemerintah hendaknya menyiapkan pengadaan masker dalam jumlah cukup besar agar menjadi mudah dan murah. Untuk itu, lanjut dia, perlu didorong produksi lokal di setiap daerah dengan melibatkan UMKM konveksi dan SMK pesantren jurusan tata busana dengan subsidi pemerintah.
 
Di pesantren-pesanten perlu dilakukan pengadaan hand sanitizer dan sabun cuci tangan. 
 
Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Abdullah Alawi
BNI Mobile