Dua Bulan Ditutup, Kompleks Masjidil Aqsa Dibuka Kembali Ahad 

Dua Bulan Ditutup, Kompleks Masjidil Aqsa Dibuka Kembali Ahad 
Foto: alwaght.com
Foto: alwaght.com
Yerusalem, NU Online
Direktur Masjid Omar al-Kiswani mengatakan bahwa kompleks Masjidil Aqsa akan dibuka kembali pada Ahad, 31 Mei setelah dua bulan ditutup akibat pandemi Covid-19. 

"Semua pintu Masjidil Aqsa (kompleks) akan dibuka pada saat fajar hari Ahad," kata al-Kiswani, dilansir laman AFP.

Kendati demikian, belum ada rincian lebih lanjut mengenai pembukaan kompleks Masjidil Aqsa tersebut. Apakah Masjidil Aqsa dibuka secara penuh untuk para jamaah atau mereka hanya diizinkan masuk sampai ke halaman tempat berdoa saja.

Kompleks Masjidil Aqsa berada di Yerusalem Timur yang dikuasai Israel. Kompleks ini kerapkali menjadi pemicu konflik antara Israel dan Palestina. Pada hari pertama Idul Fitri kemarin, sempat terjadi pertengkaran antara pihak keamanan Israel dan Palestina ketika para jamaah berusaha menerobos masuk kompleks.

Masjidil Aqsa adalah tempat suci ketiga bagi umat Islam. Mereka percaya bahwa Nabi Muhammad naik ke Sidratul Muntaha—dalam peristiwa Isra Mi’raj—dari Masjidil Aqsa di Yerusalem. Umat Yahudi juga menganggap kompleks ini sebagai tempat suci bagi mereka karena itu adalah situs dari dua kuil kuno mereka, yang kedua dihancurkan pada 70 Masehi.

Untuk diketahui, penutupan Masjidil Aqsa dilakukan secara bertahap. Pada pertengahan Maret lalu, Pengurus Masjid Al-Aqsa Yerusalem mengumumkan penutupan area dalam masjid. Jamaah dilarang melaksanakan shalat di dalam masjid. Namun saat itu, mereka masih diperbolehkan shalat di kompleks masjid.     

Kemudian, pada Senin, 23 Maret lalu, Wakaf Islam Yerusalem mengumumkan bahwa kompleks Masjidil Aqsa ditutup secara total untuk mencegah penyebaran virus corona. Penutupan kali ini merupakan kelanjutan dari kebijakan sebelumnya itu. Penutupan Masjidil Aqsa pada 23 Maret lalu merupakan yang pertama sejak tahun 1967 silam.
 
Setelah dua bulan ditutup, pada awal pekan ini Masjidil Aqsa akan kembali dibuka. Memang, dalam beberapa hari terakhir, tempat-tempat keagamaan di Yerusalem kembali dibuka setelah kasus baru virus corona dilaporkan menurun.

Merujuk data Worldometers, Kamis (28/5), ada 434 kasus positif corona di Palestina; 3 meninggal dan 365 sembuh. Sementara di Israel ada 16.793 kasus positif virus corona; 281 mati dan 14.570 sembuh. 
 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile