Habib Husein Jafar Ajak Matan Kolaborasi Dakwah Digital

Habib Husein Jafar Ajak Matan Kolaborasi Dakwah Digital
Kolaborasi saat ini menjadi kunci untuk pengembangan dakwah Matan, terlebih di era digital.
Kolaborasi saat ini menjadi kunci untuk pengembangan dakwah Matan, terlebih di era digital.
Jakarta, NU Online
Mahasiswa Ahlut Thariqah an-Nahdliyyah (Matan) menggelar Silaturahmi Digital bersama Habib Husen Jafar al-Hadar dan anggota-anggota Matan. Agenda ini berlangsung pada Kamis (28/5) mulai pukul 20.00 WIB via aplikasi zoom.
 
Turut bergabung Plt Ketua Umum Matan M Hasan Chabibie, sesepuh Jatman KH M Ali Abdullah, Sekretaris PCINU United Kingdom Munawir Aziz, dan koordinator Jatman di lintas provinsi.
 
M Hasan Chabibie mengungkapkan bahwa Matan berusaha terus menghidupkan ruang silaturahmi. Selepas silaturahim Matan di Makassar beberapa waktu lalu, dirinya bersiap untuk silaturahmi ke berbagai kawasan di Indonesia, khususnya untuk saling menyapa dan sharing gagasan.
 
"Tapi karena pandemi Covid-19 tiba-tiba menghentak, rencana itu kita tunda dulu. Kita maksimalkan silaturahmi melalui media digital," ungkap Hasan. 
 
Hasan Chabibie mengaja seluruh anggota MMatan untuk berinovasi dan bersiap mewarnai dakwah di media digital, dengan nilai-nilai sufi, sebagaimana didawuhkan Maulana Habib Luthfi bin Yahya.
 
"Sekarang ini sangat penting untuk bekerjasama. Kami, akan berkolaborasi dengan Habib Husein Jafar melalui program 'Islam Cinta dan Dakwah' di Youtube, untuk syiar Islam yang ramah ke depan," jelas Hasan Chabibie, yang juga menjadi Plt Ketua Pusdatin Kemdikbud. 
 
Habib Husein Jafar al-Hadar menyambut baik tawaran Matan dan sekaligus mengajak generasi milenial muslim untuk bersama-sama berkolaborasi.
 
"Saat ini, kuncinya ya kolaborasi. Sangat penting untuk berbagi dan berkolaborasi. Bagi teman-teman Matan, mari berdakwah dengan nilai-nilai sufi, kita menghadirkan ajaran-ajaran para kiai sepuh, menjadi penyambung lidah dari para habaib," ungkapnya.
 
Habib Husein merupakan pendakwah milenial yang aktif di media sosial untuk mengajarkan Islam Cinta. Dia dikenal sebagai habib muda yang berceramah dengan santun dan santai.
 
"Saya membungkus ajaran-ajaran para sufi, dari Jalaluddin Rumi hingga para habaib, agar lebih diterima generasi milenial kita," terangnya. 
 
Menurut Habib Husein, saat ini generasi milenial terbelah pada dua kelompok yang ekstrem. Pada satu sisi mereka ada yang bosan dengan agama, karena trauma dengan ajaran kekerasan. Di sisi lain, ada juga generasi muda Islam lebay, yang sedikit-sedikit mengharamkan.
 
"Ini sasaran dakwah kita, dan selama ini saya menggunakan nilai-nilai Islam Cinta untuk berdakwah ke mereka," ungkap Habib Husein. 
 
Pihaknya mendukung agar Matan bisa lebih aktif berdakwah di media sosial. Hal itu merupakan tantangan bersama.
 
"Dalam waktu dekat, saya akan membangun studio untuk produksi konten-konten keislaman dari berbagai genre. Saya akan mengajak beberapa tokoh muda yang pakar di bidangnya masing-masing, untuk bersama-sama memproduksi konten-konten dakwah," ajak Habib Husein.
 
Munawir Aziz, Sekretaris PCINU United Kingdom, mengajak Matan untuk berkolabirasi dengan jaringan PCINU Sedunia.
 
"Selama ini, jaringan PCINU Sedunia merupakan sumber pakar-pakar di lintas bidang. Ada 31 PCINU di lintas negara yang sekarang aktif. Silakan untuk saling bekerjasama, kita berkolaborasi untuk dakwah Islam moderat, dakwah Islam Cinta," jelasnya. 
 
Dari diskusi ini, Matanbersiap berkolaborasi untuk dakwah digital yang lebih aktif. Selama ini, Matan tersebar di berbagai kampus di penjuru Indonesia. Juga, beberapa kader Matan berada di lintas negara dalam proses belajar.
 
Kontributor: Hanan
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile