Ali Masykur Musa: Idealnya Indonesia Dikelola di Atas Spirit Dzikir

Ali Masykur Musa: Idealnya Indonesia Dikelola di Atas Spirit Dzikir
Ketua IKA PMII Jember, Akhmad Taufiq. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Ketua IKA PMII Jember, Akhmad Taufiq. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Jember, NU Online
PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) saat ini mengalami euforia yang luar bisa. PMII dengan segala potensinya berada dalam ruang kawah candradimuka yang sangat kondusif bagi tumbuh kembangnya potensi yang dimiliki, sehingga melahirkan alumni yang mumpuni. Dan sebagai impact-nya, PMII mampu memberikan kontribusi dan peran strategis yang baik bagi bangsa dan negara pada seluruh lininya, baik  di eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.

Demikian diungkapkan Ketua IKA PMII Jember, Akhmad Taufiq saat memberikan prolog dalam Halal Bihalal Nasional IKA PMII Jember yang digelar secara virtual di Jember, Jawa Timur, Jumat (29/5).

Menurutnya, keberhasilan tersebut harus disyukuri dan dijaga kesinambungan prosesnya sehingga selalu menghasilkan kader terbaik dari masa ke masa. Yang paling penting adalah PMII telah memberikan ruang bagi tumbuhnya kaderisasi untuk mengambil pilihan-pilihan strategis.

“Kaderisasi dan memberikan peluang yang luas untuk berkreasi dalam mengambil pilihan-pilihan strategis perlu dilakukan agar kontribusi mereka (kader PMII) maksimal bagi bangsa ini,” jelasnya.

Walupun demikian, Taufiq menilai masih perlu adanya evaluasi terkait peran yang dimiliki oleh alumni  PMII, apakah untuk saat ini peran tersebut sudah ideal dan optimal pada ruang-ruang strategis bangsa yang tersedia? Katanya, alumni PMII Jember memiliki sumber daya manusia yang melimpah dengan segenap keunggulannya masing-masing.

“Dalam konteks inilah perlu evaluasi dan cara pandang baru, bagaimana mengoptimalkan sumber daya alumni tersebut agar benar-benar bermanfaat untuk bangsa, negara dan agama,” terangnya.
 
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua Umum PB PMII, Ali Masykur Musa menegaskan bahwa raihan tertinggi bagi kader dan alumni PMII adalah mencapai derajat ulul albab. Yaitu ketika kader dan alumni PMII mampu mengimplemantasikan tiga karakter utamanya, yaitu dzikir, pikir, dan amal sholih. Ketiganya merupakan karakter yang utuh dan integratif, yang idealnya terinternalisasi dalam diri kader PMII.

“Ketiga aspek tersebut merupakan aspek fundamental, terutama dimensi dzikir, yang saat ini justru terasa  kurang. Tentu sangat ideal jika tata kelola bangsa dan negara ini dibangun di atas spirit dzikir yang baik dan kuat,” ungkapnya.

Halal Bihalal tersebut ‘dihadiri’ oleh para tokoh PMII berbagai level, baik lokal, regional, maupun nasional. Para mantan Ketua Cabang PMII Jember, dan alumni dari berbagai tingkatan generasi, juga ‘hadir’.

Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile