Haul Ke-120 Mbah Sholeh Darat, Masyarakat Diminta Ikuti Lewat Siaran Radio

Haul Ke-120 Mbah Sholeh Darat, Masyarakat Diminta Ikuti Lewat Siaran Radio
Masjid tinggalan Kiai Sholeh Darat Semarang (Foto: Ilustrasi)
Masjid tinggalan Kiai Sholeh Darat Semarang (Foto: Ilustrasi)
Semarang, NU Online
Peringatan hari wafat (haul) ke-120 maha guru ulama nusantara almarhum KH Sholeh Darat Semarang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin (1/6) malam bertepatan dengan tanggal 10 syawal 1441 Hijriyah mendatang di studio 2 Radio Rasika USA FM Ungaran, Semarang, Jawa Tengah.
 
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang H Anashom  mengatakan, kegiatan ini ditangani bersama oleh PCNU Kota Semarang, Jamaah Pengajian Ahad Pagi 1939 Kota Semarang, Jamaah Al-Khidmah Kabupaten Semarang, Radio Rasika USA FM 105,6 FM, dan Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Kopsida) Semarang.
 
"Kegiatan ini akan disiarkan langsung atau live oleh Radio Rasika FM dan face book Jamaah Al-Khidmah Kabupaten Semarang, sehingga bisa diikuti oleh masyarakat tanpa harus berada dalam satu majelis haul," kata Anashom kepada NU Online di Semarang, Sabtu (29/5).

Dikatakan, agenda haul ini biasanya dilaksanakan di makam Mbah Sholeh Darat  komplek TPU Bukit Bergota Semarang. Kali ini karena dalam suasana pandemi Covid-19 dilaksanakan di ruang tertutup yakni studio radio Rasika di Ungaran Kabupaten Semarang pada pukul 20.30-22.00.
 
"Pergeseran lokasi haul demi memenuhi protokol kesehatan saat pandemi Covid-19. Prosesi haul di studio ini hahya diikuti kalangan terbatas dengan menerapkan ketentuan phisycal distancing," jelasnya. 
 
Dia menambahkan, urutan acara haul diawali dengan pembacan tawasul, istighotsah, burdah, surat yasin oleh jamaah Al-Khidmah, dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin Rais PCNU Kota Semarang,  KH Hanief Ismail.
 
"Acara dilanjutkan sambutan panitia KH In'am, Keluarga alm KH Sholeh Darat K Agus Taufiq, dan walikota Semarang Hendrar Prihadi, Mauidlah Hasanah dan doa haul oleh kiai sepuh Semarang yang personilnya saat ini masih dimusyawarahkan," ungkapnya.
 
Disebutkan, Kiai Sholeh Darat wafat pada 1903, tepatnya hari Jumat Legi 28 Ramadhan 1312 H. Penentuan waktu haul (10 syawal) yang berarti bergeser 12  hari dari hari wafatnya, karena jika waktunya disamakan dengan saat wafat Kiai Sholeh, maka umat Islam akan kesulitan membagi waktunya, mengingat pada tanggal itu umat Islam sedang menghadapi hari raya Idul Fitri.
 
"Akhirnya, waktu peringatan haul digeser pada setiap tanggal 10 syawal yang sekarang dijadikan acuan untuk menggelar kegiatan ini setiap tahunnya," tuturnya.
 
Melalui haul ini diharapkan umat Islam khususnya Nahdliyin dapat meneladani semangat juang Mbah Sholeh Darat yang melalui aktivitas pesantrennya melahirkan ulama-ulama besar di tanah air, di antaranya Hadratusy Syekh KH Hasyim Asy'ari pendiri dan Rais Akbar PBNU.
 
"Sayangnya jejak pesantren itu kini sudah tidak bisa ditemui. Sepeninggal Mbah Sholeh Darat aktivitas pesantren tidak ada yang melanjutkan, yang masih tersisa adalah masjid," tuturnya. 
 
Direktur Rasika USA FM KH Hasanudin mengatakan, digelarnya acara haul Mbah Sholeh Darat di dalam studio 2 radio yang dipimpinnya diharapkan tidak mengurangi kekhusyukan umat Islam dalam mengikuti acara ini, meski keberadaannya tidak dalam satu majelis.
 
"Saat ini kami sedang menyiapkan setting tempat yang akan digunakan untuk acara ini, semoga acara ini bisa berjalan lancar," ujarnya.
 
Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile