Innalillahi, Nyai Hikmah Shodaqoh Ibunda Rais PWNU Jateng Wafat

Innalillahi, Nyai Hikmah Shodaqoh Ibunda Rais PWNU Jateng Wafat
Almarhumah Nyai Hikmah Shodaqoh (Foto: Istimewa)
Almarhumah Nyai Hikmah Shodaqoh (Foto: Istimewa)
Semarang, NU Online
Innalillahi wainnaa ilaihi raajiuun, keluarga besar Pesantren Al-Itqon Semarang, Jawa Tengah yang diasuh Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh berduka, Nyai Hj Hikmah Shodaqoh wafat, Ahad (31/5) petang. 
 
Khabar duka itu diketahui beredar di berbagai grup WA aktivis NU di kota Semarang dan sekitarnya. KH Mu'tashim Shodaqoh, salah satu putra almarhumah Nyai Hikmah kepada kepada NU Online membenarkan berita duka itu.
 
"Betul, simbah Nyai Hikmah telah sedo, mohon doa dari sampean semua, semoga Allah mengampuni semua dosa dan kesalahannya, Insyaallah akan dimakamkan di Bugen Tlogosari, Pedurungan, Semarang, di belakang masjid pondok," kata Kyai Mu'tashim.
 
Dikatakan, prosesi pemakaman dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Senin ini ( 1/6 atau 9 Syawal) pukul 09.00, setelah dishalati di masjid Baitul Latif yang berada di komplek Pesantren Al-Itqon.
 
Salah seorang Pengurus PW RMINU Jawa Tengah Kiai Zubaidi yang juga ustadz  Madrasah Aliyah Al-Wathoniyah, salah satu unit pendidikan di lingkungan Pesantren Al-Itqon mengatakan, almarhumah Nyai Hikmah sangat besar andilnya dalam perjuangan NU dan pendidikan di pesantren salafiyah.
 
"Sejak menikah dengan Kiai Shodaqoh Hasan (dzuriyah Pesantren Poncol Salatiga, Jateng)  waktunya dicurahkan untuk mendampingi aktivitas perjuangan suaminya dalam mendidik santri di Pesantren Bugen dan mengembangkan NU di cabang  Kabupaten Demak dan Kota Semarang, Jateng sejak puluhan tahun lalu," katanya.

Disampaikan, waktu dan hari-harinya di tengah mendampingi Kiai Shodaqoh yang  sangat padat kegiatannya, terutama saat NU masih menjadi partai politik dicurahkan untuk mendidik anak-anaknya, agar menjadi anak shaleh dan Shalehah dan mewarisi semangat kejuangan Kiai Shodaqoh dalam berjuang untuk pesantren dan NU.
 
"Upaya itu kini bisa dilihat hasilnya, 13 putra putrinya menjadi penggerak NU di berbagai level atau di manapun mereka tinggal dan menjalani hidup. Di antaranya KH Ubaidullah Shodaqoh yang kini menjadi Rais PWNU Jateng, adiknya KH Sholahudin Shodaqoh Wakil Rais NU Kota Semarang, kakaknya KH Haris Shodaqoh Mustasyar PWNU Jateng, sebelumnya Rais NU Kota Semarang," ujarnya.
 
Dalam berbagai  kesempatan sejumlah masyarakat  bertestemoni, saat sowan kepada Nyai Hikmah dan minta didoakan supaya memiliki anak shaleh dan shalehah seperti dirinya bersama Kiai Shodaqoh yang sudah mendahuluinya 30an tahun silam, mengatakan tidak memiliki doa khusus.
 
"Beliau hanya ngendiko, secara rutin setiap anak disebut namanya, didoakan  satu persatu dan dikirimi bacaan Fatihah setelah selesai menjalankan shalat lima waktu, itu saja," ujar Roni salah satu jamaah Pengajian Ahad Pagi  Pesantren Al-Itqon Semarang.
 
Kontrbutor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile