LPNU Jember Siap Mendampingi Pedagang Terdampak Covid-19

LPNU Jember Siap Mendampingi Pedagang Terdampak Covid-19
Ketua LKNU Jember, Jawa Timur, Hery Purnomo. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Ketua LKNU Jember, Jawa Timur, Hery Purnomo. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Jember, NU Online
Nasib pedagang tradisional terdampak Covid-19 di Jember, tetap merana. Setelah semua pasar tradisional dan pusat perbelanjaan ditutup selama sepekan, dan kini dibuka kembali,  namun nasib mereka tak beranjak dari kesusahan. Paling tidak, itulah yang dirasakan oleh Ibu Bambang. Pedagang asal Lingkungan Condro, Kaliwates, Kabupaten Jember itu mengaku susah karena sepi pembeli.

“Seminggu tutup setelah lebaran, sekarang masih sepi, jualan tidak laku” ujar pedagang sayur dan buah di trotoar pasar Tanjung, Jember itu kepada NU Online di Jember, Senin (1/6).

Tidak laku bukan karena tidak ada yang mau membeli, tapi karena pembeli sangat dibatasi lantaran ada penerapan physical  distancing. Sehingga mau tak mau menganggu lakunya jualan. Apalagi pedagang boleh buka lapak setelah jam 11.00 WIB.  Bagi Ibu Bambang, hal tersebut tentu sangat merugikan, apalagi masa jual sayuran maksimal dua hari, lebih dari itu layu.

“Mau bilang apa kalau begini, saya bingung. Bantuan juga tidak ada, itu hanya katanya-katanya. Saya juga tidak pernah dimintai foto copy KTP atau apa,” jelasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang buah nangka, Pak Lilur. Pria asal Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember itu membuka lapak di trotoar timur pasar Tanjung, Jember. Ia mengungkapkan tak ada pemasukan sama sekali karena pedagang tidak leluasa masuk area pasar Tanjung lantaran penerapan physical distancing.

“Ini kan susah, pedagang sudah boleh buka, tapi yang  mau beli tidak boleh masuk, ini gimana?” katanya.

Ia menyatakan tak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah setempat terkait dampak Covid-19. Padahal, ia mengaku pernah dimintai foto copy KTP sebelum bulan Ramadhan lalu.

“Tapi sampai detik ini tidak ada bantuan apapun,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua Pengurus Cabang Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LKNU) Jember, Hery Purnomo menyatakan siap memberikan pendampingan terhadap pedagang tradisional Jember, temasuk yang ada di pasar Tanjung. Pendampingan tersebut diantaranya berupa upaya pemenuhan hak-hak padagang terkait dampak Covid-19.

“Jangan lupa, pedagang terdampak Covid-19 itu rata-rata warga NU. Sebagai warga terdampak Covid-19, mereka punya hak (bantuan).  Dan jangan lupa pula anggaran penanganan Covid-19 di Jember cukup besar, yaitu Rp479 Miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten Jember, Gatot Triyono belum menjawab konfirmasi via aplikasi WhatsApp.

“Masih rapat,” balasnya ke NU Online, Selasa (2/5).

Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile