Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo Mulai Terima Santri 24 Juni dengan Cegah Covid-19

Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo Mulai Terima Santri 24 Juni dengan Cegah Covid-19
Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri (Foto: Istimewa)
Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri (Foto: Istimewa)
Surabaya, NU Online
Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo Jawa Timur akan kembali menerima santri setelah diberlakukannya kenormalan baru. KH Agoes Ali Masyhuri, menyatakan penerimaan santri di pesantren yang diasuhnya dimulai 24 Juni 2020.
 
 
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Halal bi Halal Online, Ahad (31/5).
 
 
"Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo akan melaksanakan new normal. Semua santri diperbolehkan kembali mondok dan mengaji di pesantren dengan menerapkan anjuran protokol kesehatan. Selain itu juga meminta dukungan dan doa agar diberikan kesuksesan dan keberkahan dalam mengasuh para santri menjalankan new normal di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.
 
 
Terkait halal bi halal secara daring, dirinya berharap hal ini tidak mengurangi kesakralan-kesakralan Idul Fitri itu sendiri dan penuh keberkahan. Selain itu, ia juga berdoa, pandemi Covid-19 dalam waktu singkat ini semoga diangkat oleh Allah SWT.
 
 
Dalam acara yang sama yang disiarkan secara langsung oleh TV9, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar mengatakan pesantren mempunyai otoritas penuh terkait semua kebijakan yang diambil menuju new normal atau kenormalan baru. Pasalnya kenormalan baru sudah pasti diberlakukan pemerintah dan semua kegiatan bisa kembali dilakukan seperti biasa namun dengan syarat berlaku baik dari pesantren maupun santri.
 

"Baru saja kami menyelesaikan rapat dengan jajaran Syuriyah tentang kapan pesantren boleh dibuka mondok dan mengaji kembali. Kami memutuskan bahwa PWNU Jatim menyerahkan sepenuhnya kebijakan pemberlakuan new normal tersebut kepada masing-masing pengasuh pesantren," ungkapnya.
 
 
Pihaknya menjelaskan pesantren selalu mengikuti anjuran pemerintah dalam memutus rantai penularan Covid-19 dengan menerapkan segala anjuran. Pesantren juga ikut aktif berkoordinasi dengan Satuan Gugus Tugas Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
 
 
"Pesantren harus terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di masing-masing kabupaten atau kota baik dari Nahdlatul Ulama serta Pemerintah Daerah. Pertanyaan terkait kapan pesantren menerima santri kembali dan kapan pesantren dibuka disarankan tetap harus berkoordinasi," jelasnya. 
 

Turut hadir secara daring pada acara tersebut, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, para masyayikh, para kiai, pengurus NU, Pengurus Muhammadiyah, Pengurus LDII, dan pajaran Pengurus Pemerintah Jatim dan lainnya.
 
 
Kontributor: Mocahamd Ronji
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile