Sambut Santri Kembali ke Pondok, Pemkab Jember Gratiskan 50 Ribu Rapid Test

Sambut  Santri Kembali ke Pondok, Pemkab Jember Gratiskan 50 Ribu Rapid Test
Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, Faida. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, Faida. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember  menyiapkan skenario jempolan untuk menangani masa kembalinya santri ke pondok yang akan terjadi pekan-pekan ini. Skenario tersebut diberi titel Protokol Kesehatan Santri Transisi Aman untuk Pencegahan Penularan Covid-19.

 

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika  Kabupaten Jember, Gatot Triyono, Jember adalah gudangnya santri dan pondok pesantren. Ada sekitar 600 pesantren yang berdiri sekujur wilayah Jember, mulai dari pedesaan hingga perkotaan.

 

Selain itu, banyak juga warga Jember yang menimba ilmu (nyantri) di pesantren besar di  luar Jember, seperti Madura, Jombang, Pasuruan, Kediri, Situbondo, bahkan Jakarta.

 

“Mereka semua perlu dilayani agar bisa kembali ke pondok dengan lancar dan aman, tanpa dirisaukan oleh persoalan Covid-19,” ujar Gatot di kantornya, Rabu (3/6).

 

Oleh karena itu,  Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah langkah yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran proses kembalinya santri ke pondok.  Salah satunya adalah memfasilitasi rapid test gratis secara kolektif bagi santri 50.000 santri  Jember yang mau kembali ke pesantren di Jember dan luar Jember, dan santri luar Jember yang mau kembali ke pesantren Jember .

 

Lokasi rapid test  dilakasanakan sesuai pengajuan masing-masing pesantren, dikoordinasikan dengan   Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember. Test dilakukan sebelum santri berangkat ke pesantren tujuan.

 

“Bagi yang hasilnya non reaktif diberikan surat keterangan dari Gugus Tugas Covid-19, dan diijinkan berangkat. Bagi yang hasilnya reaktif, dilakukan pengambilan swab di rumah sakit, dan tidak diperkenankan kembali ke pesantren sampai dinyatakan negatif dan sehat,” urainya.

 

Tidak hanya itu, Pemkab Jember juga memfasilitasi tranportasi santri menuju pesantren tujuan dan titik kumpul pelaksanaan rapid test. Sedangkan santri dari luar Jember, jadwal dan lokasi rapid test dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19. Tidak direkomendasikan menggunakan kendaraan umum, namun berangkat dari titik kumpul masing-masing kota asal. Ini semua diikhtiarkan untuk menghambat transmisi penyebaran virus yang mematikan itu.

 

“Itu untuk menghindari kontak dengan orang lain guna mencegah kemungkinan penularan Covid-19. Sampai di pondok, semua santri wajib bermasker, dan dibekali masker cadangan, alat shalat dari kain serta vitamin untuk kebutuan 1 bulan dari Pemkab Jember ,” jelas Gatot.

 

Sementara itu, pengasuh Yayasan Raudlah Darus Salam, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Jember,  KH Misbahus Salam menyambut baik kebijakan Pemkab Jember terkait penanganan Covid-19 tersebut. Menurutnya, santri memang selayaknya mendapat pelayanan yang memadai karena terkait dengan jadwal sekolah dan mengaji sekaligus.

 

“Kebijakan ini sangat bermanfaat bagi santri dan wali santri, tentunya. Agar realisasinya sesuai harapan, kita perlu pro aktif untuk mendapatkan pelayanan itu,” tukasnya.


Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi

 

BNI Mobile