Silaturahim Ajang Wujudkan Visi dan Kolaborasi Antarkader

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengartikan silaturahim dalam organisasi dengan membangun komunikasi dan berbagi empati (ilustrasi: NU Online)
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengartikan silaturahim dalam organisasi dengan membangun komunikasi dan berbagi empati (ilustrasi: NU Online)
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengartikan silaturahim dalam organisasi dengan membangun komunikasi dan berbagi empati (ilustrasi: NU Online)

Jakarta, NU Online

Idul Fitri memberikan ruang silaturahim bagi sesama umat Islam, terlebih dalam satu organisasi. Hal itu sudah menjadi fitrahnya.

"Kewajiban kita adalah membangun atau merajut kebersamaan," kata Asrorun Niam Soleh, Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), saat Halal Bi Halal Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) pada Selasa (2/6).

Dalam konteks organisasi, menurutnya, silaturahim diwujudkan dalam kesatuan visi sehingga melahirkan kolaborasi antarkader.

"Silaturahim bisa dimanifestasikan di dalam pemahaman dan kesepahaman antarseluruh elemen kader yang pernah berproses di IPNU yang sekarang berada di ranah publik untuk merajut kebersamaan atas dasar ikatan ke-IPNU-an," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengartikan silaturahim dalam organisasi dengan membangun komunikasi dan berbagi empati.

"Silaturahmi membangun komunikasi agar kita saling memberikan empati, penghormatan terhadap teman kita, saudara kita sehingga dalam sebuah organisasi terbangun komunikasi baik," ujarnya.

Ketua Umum PP IPNU 1988-1996 itu menegaskan bahwa sak-wasangka dan fitnah yang menyumbat hubungan berorganisasi bisa terbuka dengan silaturahmi tersebut. "Silaturahmi untuk membangun sinergitas dan penguatan dalam persaudaraan ukhuwah kita," katanya.

Oleh karena itu, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Hilmi Muhammadiyah mengajak seluruh kader IPNU untuk memperkuat silaturahim.

"Mari, kita ke depannya mempererat silaturahim memperkuat sinergi di antara satu dan lainnya supaya ke depannya IPNU makin eksis untuk pengembangan NU terutama untuk menyongsong kebangkitan NU kedua," kata Ketua Umum PP IPNU 1996-2000 itu.

Di samping itu, Aswandi Jailani juga menyampaikan hal yang sama, bahwa Idul Fitri menjadi momentum penting dalam memperkuat silaturahim.

"Bukan hanya kembali kepada kesucian kita, tetapi juga meningkatkan semangat persaudaraan, memperkuat tali silaturahim," katanya.

Ia juga berharap semangat para kader dalam belajar, berjuang, dan bertakwa harus tetap terjaga dan meningkat.

"Jika kita lemah dan lengah, kita akan kalah. Dengan situasi seperti ini, kita harus mempunyai semangat. Apalagi kita sudah melewati bulan Ramadhan," katanya.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Abdullah Alawi
 

BNI Mobile