Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ikuti Protokol Kesehatan, Masjid An-Nahdlah PBNU Adakan Shalat Jumat

Ikuti Protokol Kesehatan, Masjid An-Nahdlah PBNU Adakan Shalat Jumat
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat berkhutbah (Foto: Syatiri Ahmad)
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat berkhutbah (Foto: Syatiri Ahmad)

Jakarta, NU Online 

Masjid An-Nahdlah mengadakan Shalat Jumat di lantai dasar gedung PBNU, Jakarta, (5/6). Bertindak sebagai khatib dan imam Shalat Jumat yakni Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

 

Menurut Ketua DKM Masjid An-Nahdlah KH Syatiri Ahmad, ini merupakan Shalat Jumat pertama setelah beberapa waktu lalu mengikuti anjuran untuk shalat dhuhur di rumah masing-masing karena menghindari penyebaran virus corona.   

 

“Hari ini Masjid An-Nahdlah mengadakan Shalat Jumat, tapi tetap dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” katanya di Gedung PBNU selepas Shalat Jumat.

 

Protokol kesehatan tersebut, kata Syatiri, PBNU meminta tiga lembaga, yakni Lembaga Kesehatan, Lembaga Penanggulangan Bencana, dan Lembaga Amil Zakat, dan Infak, dan Shadaqah PBNU, untuk memeriksa kesehatan para jamaah yang hendak ikut shalat Jumat.  

 

Ketika jamaah berdatangan, lanjut Kepala Perpustakaan PBNU ini, para jamaah diminta untuk mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta dianjurkan mengenakan masker yang disediakan PBNU. 

 

“Sekjen PBNU Haji Helmy Faishal Zaini turun langsung membagikan masker kepada jamaah,” katanya. 

 

Kemudian, lanjutnya, DKM yang dibantu tiga lembaga itu memeriksa suhu para jamaah, meminta mereka untuk mengatur jarak dengan renggang minimal satu meter. 

 

Wahasil, kata Syatiri, dengan karena jarak yang renggang, jamaah meluber sampai halaman PBNU dan trotoar Jalan Kramat Raya 164. 

 

“Setelah itu, DKM mengumumkan supaya setelah Shalat Jumat agar jamaah tidak melakukan mushafahah atau bersalaman,” katanya.

 

Sementara Kiai Said, saat menyampaikan khotbah Jumat mengatakan bahwa agama Islam tidak hanya teologi dan syariat, tapi juga peradaban dan akhlak. Nabi Muhammad diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia.

 

“Al-Qur’an secara khusus memuji akhlak Nabi Muhammad yang terpuji,” katanya. 


Oleh karena itu, Kiai Said mengajak  umat Islam untuk menirunya. Selepas puasa Ramadhan yang baru beberapa minggu berlalu, ia menekankan untuk memperkuat dan memperbaiki akhlak masing-masing. 


Seusai Shalat Jumat, Lembaga Kesehatan PBNU mengadakan rapid test di halaman Gedung PBNU untuk para karyawan, dan pengurus NU, serta masyarakat umum. 


Pewarta: Abdullah Alawi
Redaktur: Alhafiz Kurniawan
 

BNI Mobile