Gagal Berangkat, Calon Jamaah Haji dari Tulungagung Merasa Ambyar

Sejumlah calon jamaah haji dari Tulungagung usai mengikuti manasik. (Foto: NU Online/Puspita H)
Sejumlah calon jamaah haji dari Tulungagung usai mengikuti manasik. (Foto: NU Online/Puspita H)
Sejumlah calon jamaah haji dari Tulungagung usai mengikuti manasik. (Foto: NU Online/Puspita H)

Tulungagung, NU Online
Kementerian Agama Republik Indonesia memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 494 tahun 2020. Keputusan ini untuk menjaga keselamatan para jamaah haji dari ancaman Covid-19.

Sunyoto sebagai salah satu calon jemaah haji dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang akan berangkat tahun ini mengapresiasi keputusan pemerintah. Menurutnya, keputusan tersebut sudah tepat karena mengutamakan keselamatan jamaah haji.

Awalnya, pembatalan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tentu membuat kecewa Sunyoto. Purnawirawan polisi tersebut sudah menyiapkan tabungan sejak sembilan tahun lalu dan sudah mengikuti pelatihan manasik haji.

"Kecewa (karena tidak berangkat haji tahun ini ) pasti. Tapi ini demi keselamatan saya dan seluruh jamaah haji. Jadi, harus berusaha menerima keputusan yang ada," terang Sunyoto, Sabtu (6/6).

Selain Sunyoto, salah satu calon jamaah haji lain yaitu Astutik. Dirinya  juga mengungkapkan rasa kecewa tersebut karena telah menunggu demikian lama.

"Jujur, rasanya ambyar ketika mendengar keputusan tersebut. Sudah saya siapkan sejak sembilan tahun. Tiba-tiba dibatalkan," terang Astutik.

Namun rasa kecewa terhadap keputusan pembatalan ibadah rukun Islam kelima tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berangkat haji tahun depan. Karena itu dirinya berdoa agar wabah segera sirna.

"Semoga virus Corona segera bisa tertangani, jadi tahun depan bisa berangkat haji sehingga rasa ambyar ini bisa terobati," harap Astutik.

Hj Durahtul Mahnunin sebagai pengurus daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Tulungagung menyampaikan bahwa rasa kecewa calon jamaah haji yang batal berangkat tahun ini bisa dimaklumi. Karena mereka sudah melakukan persiapan mulai dari kesehatan, perbekalan, pelunasan dan lain sebagainya.

"Calon jamaah haji sudah mengikuti manasik yang juga mengajarkan ilmu sabar dan ikhlas. Insyaallah calon jamaah haji bisa menerapkan ilmu tersebut," terangnya.

Akan tetapi, dirinya menilai keputusan Menteri Agama Republik Indonesia sudah sangat tepat demi kebaikan jamaah haji. Karwna itu diharapkan seluruh calon jamaah haji yang batal tahun ini tetap menjaga niat dan semangat.

"Calon jamaah haji hanya tertunda, tidak gagal. Hal ini bukan kesengajaan atau kesalahan, tapi kehendak Allah. Semoga tahun depan bisa berangkat dengan aman" tutup Hj Durahtul Mahnunin.

 

Kontributor: Puspita Hanum
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile