Jaga Ketahanan Pangan dengan Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik

Jaga Ketahanan Pangan dengan Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik
Lokasi Tanam Hidroponik milik Bendahara PCNU Pringsewu (Foto: NU Online/Faizin)
Lokasi Tanam Hidroponik milik Bendahara PCNU Pringsewu (Foto: NU Online/Faizin)

Pringsewu, NU Online
Tidak membutuhkan lahan yang luas dan proses yang rumit, bercocok tanam menggunakan metode hidroponik cocok dilakukan masyarakat yang memiliki lahan terbatas. Bercocok tanam secara hidroponik juga cocok dilakukan untuk mengisi waktu di rumah saja saat pandemi Covid-19. 

Inilah yang dilakukan Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung Muhammad Sofyan yang menekuni metode hidroponik berbagai sayuran di musim pandemi Covid-19. Hal ini juga dilakukannya untuk memperkuat ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan di samping rumahnya.

"Mudah, murah, dan meriah bercocok tanam hidroponik. Di samping bisa memenuhi kebutuhan sayur mayur rumah juga saya pasarkan ke pasar tradisional di sekitar rumah," katanya kepada NU Online di kediamannya di Gumuk Mas, Pagelaran, Ahad (7/6).

Terkait pemasaran dari awal panen beberapa waktu lalu, ia menggandeng anak-anak muda di Remaja Islam Masjid (Risma). Dengan sistem bagi hasil, anak-anak muda ini semangat memasarkannya kepada masyarakat.

"Di samping sehat, tanaman hasil hidroponik juga terlihat segar dan alhamdulillah masyarakat banyak yang berminat," tambahnya.

Di antara tanaman sayuran yang dibudidayakan menggunakan metode ini adalah selada, kangkung, seledri dan jenis-jenis sayuran yang cocok ditanam dengan media air.

 

Cara Tanam Sayuran Hidroponik
Sofyan menjelaskan bahwa teknik bercocok tanam hidroponik yang ia pakai adalah hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Technique). Metode ini menitikberatkan pada media air dan pengaturan sirkulasi aliran air.

Hal dan bahan yang perlu disiapkan adalah pipa yang dilubangi sepanjang pipa dengan jarak yang sama antar lubang. Pipa-pipa ini kemudian disusun dengan posisi agak miring agar aliran air bisa berjalan dengan baik.

"Diperlukan penampung pada ujung pipa dan disiapkan pompa untuk mengalirkan air bernutrisi untuk menaikkan air," jelasnya.

Bibit tanaman diposisikan di lubang dan diberi lapisan nutrisi menggunakan busa yang terus dalam keadaan basah. Untuk memanfaatkan penampungan air, ia juga menebar bibit ikan sehingga bisa menghasilkan pemasukan juga.

Saat melakukan kunjungan ke kediamannya, Bendahara Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Pringsewu Rasino menilai, bercocok tanam secara hidroponik bisa menjadi solusi untuk meningkatkan sekaligus menguatkan ketahanan ekonomi di era sulit saat ini.

"Jika warga kreatif serta memiliki ketekunan di bidang cocok tanam, hidroponik bisa menjadi solusi alternatif penghasilan tambahan," katanya.

LPNU sendiri saat ini sedang gencar memaksimalkan potensi-potensi usaha bagi warga NU yang bisa dilakukan selama pandemi yang belum mereda sampai saat ini. Usaha rumahan dari mulai peternakan, tanaman, makanan, dan kerajinan sedang dikaji untuk ditularkan ke warga NU lainnya.

"Mudah-mudahan usaha-usaha mandiri di rumah seperti ini mampu membawa optimisme untuk mempertahankan ekonomi di tengah pandemi," pungkasnya.

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin

BNI Mobile