Manfaatkan Jaringan, NU Sumenep Kawal Santri yang Kembali ke Pesantren

Manfaatkan Jaringan, NU Sumenep Kawal Santri yang Kembali ke Pesantren
Pondok Pesantren Nurul Islam di Sumenep bersiap menyambut santri usai liburan panjang. (Foto: NU Online/istimewa)
Pondok Pesantren Nurul Islam di Sumenep bersiap menyambut santri usai liburan panjang. (Foto: NU Online/istimewa)

Sumenep, NU Online 
Demi menyambut new normal atau tatanan dan perilaku baru, seluruh elemen terutama pesantren berupaya menjaga dan mempertahankan kenormalan lama demi mencegah penularan Covid-19. 

 

Untuk mempersiapkan masa kembalinya santri ke pesantren, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Jawa Timur mengeluarkan surat instruksi dengan nomor 534/PC/AII/L-37/VI/2020. Surat tersebut diperuntukkan kepada seluruh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumenep.

 

"Sehubungan dengan masa kembalinya santri ke pondok, kami menginstruksikan ke seluruh MWCNU se-Kabupaten Sumenep untuk membantu pondok pesantren yang akan melakukan penanganan proses kembalinya santri," kata KH A Panji Taufiq, Senin (8/6). 

 

Ketua PCNU Sumenep tersebut mengutarakan bahwa ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh segenap pengurus dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

 

Pertama, melakukan koordinasi dengan pondok pesantren setempat. Hal tersebut untuk membuat posko bersama di pintu masuk pesantren dan menyediakan alat cuci tangan.

 

"Selain itu seluruh pengurus MWCNU se-Kabupaten Sumenep harus melakukan koordinasi dengan Puskesmas setempat dan Pusat Kesehatan Pesantren atau Puskestren,” ungkapnya. 

 

Komunikasi tersebut penting agar NU setempat ikut terlibat dalam penanganan kembalinya santri ke pondok dan membantu peralatan kesehatan yang dibutuhkan. Dari mulai penyediaan pengecek suhu tubuh, masker, hand sanitizer, tabung dan cairan disinfektan, pemberian vitamin, dan lainnya. 

 

Ketua Satgas PCNU Sumenep menjelaskan bahwa secara teknis akan berkoordinasi dengan Satgas MWCNU sehingga instruksi tersebut betul-betul bisa terlaksana. 

 

"Berdasarkan hasil informasi yang kami dapatkan dari segenap MWCNU, seluruh pondok pesantren di Sumenep sudah melakukan tindakan dengan mengeluarkan kebijakan khusus terhadap kembalinya santri ke pondok,” kata Ustadz Ahmad Saheri.

 

Dirinya menyebutkan sejumlah pesantren seperti Annuqayah Guluk-guluk, Al-Muqri Prenduan, Matlabul Ulum Lenteng, Karay Ganding, Al-Ibrohimy Masaran dan yang lainnya. 

 

Pria yang juga Ketua PC Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Lakpesdam NU Sumenep ini berharap surat instruksi yang ada hendaknya dilaksanakan dengan baik oleh segenap MWCNU. 

 

"Semoga Allah SWT senantiasa memberi pertolongan, menjaga, dan melindungi kita dari wabah Covid-19," harapnya. 

 

Respons MWCNU Pragaan
KH A Junaidi Mu’arif selaku Ketua MWCNU Pragaan berharap kebiasaan ini menjadi kesadaran kolektif agar dapat berjalan lancar. 

 

"Untuk merealisasikan skenario new normal, kita akan menggandeng seluruh tokoh masyarakat, para ahli dan pakar, terutama seluruh pengasuh pondok pesantren,” katanya. Hal tersebut untuk memastikan santri bisa beraktivitas kembali, tetapi tetap aman dari virus, lanjutnya. 

 

Dirinya telah menginstruksikan kepada Gus Harir Hidayat selaku Ketua Satgas MWCNU Pragaan untuk merealisasikan instruksi dari PCNU Sumenep. 

 

"Sesuai hasil rapat mulai Sabtu, Tim Satgas MWCNU Pragaan sudah bersiap di posko masing-masing yang tersebar di setiap pesantren," tegasnya.

 

Kontributor: Firdausi

Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile