Pendidikan di Masa Normal Baru Perlu Maksimalkan Penggunaan Teknologi

Seminar Virtual tentang Pendidikan di Era Normal Baru. (Foto: Dok. IPNU-IPPNU Pati)
Seminar Virtual tentang Pendidikan di Era Normal Baru. (Foto: Dok. IPNU-IPPNU Pati)
Seminar Virtual tentang Pendidikan di Era Normal Baru. (Foto: Dok. IPNU-IPPNU Pati)

Kudus, NU Online
Beberapa problem dihadapi dunia pendidikan saat ini. Ketika terjadi perubahan secara drastis akibat pandemi virus Corona (Covid-19), penggunaan teknologi sebagai media utama proses belajar-mengajar perlu dimaksimalkan.


Hal tersebut dikatakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Kiai Yusuf Hasyim, saat berbicara pada Seminar Virtual bertema Bincang Pendidikan Bersama Pemangku Kepentingan yang diinisiasi PC IPNU IPPNU Pati Jawa Tengah.


“Di antara problematika yang menjadi tugas bersama adalah belum siapnya dunia pendidikan pada aspek penguasaan teknologi informasi dan komunikasi,” ujar Kiai Yusuf dalam kegiatan yang disiarkan melalui aplikasi Zoom, Kamis (11/6) malam.


Di samping itu, lanjut dia, problem lainnya adalah rendahnya budaya literasi para pemangku kepentingan pendidikan, khususnya para orang tua murid, masyarakat, juga para praktisi pendidikan.


“Di Indonesia masih mengalami kelemahan berliterasi yang masih tertinggal dari negara lain. Hal ini harus ada kebijakan pro aktif dengan mencari kelemahan literasi teknologi itu apa saja,” ungkapnya.


Ia menambahkan, budaya literasi yang tertinggal khususnya dalam hal membaca, seharusnya memiliki terobosan baru dengan adanya literasi teknologi. “Kita harus sepakat, sekolah-sekolah melakukan berbagai lompatan untuk mensukseskan pendidikan melalui teknologi yang ada.”


Kiai Yusuf menerangkan, adanya pandemi menjadi sebuah ujian untuk terus berpikir positif. Tidak boleh menggerutu. Bahkan, putus asa. “Sekolah dan orang tua, termasuk pemerintah juga jangan lelah. Perlu ada refocusing untuk melakukan kebijakan baru yang sesuai.”


Senada dengan Kiai Yusuf, Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, H Muh Zen mengungkapkan, pendidikan dengan sistem daring memunculkan kesenjangan tersendiri. Salah satunya dalam penggunaan teknologi.


“Banyak guru yang justru memiliki handphone jadul. Sehingga tidak semua guru memiliki media yang baik dalam pelaksanaan pembelajaran. Padahal sarana prasarana yang dimiliki guru harusnya maksimal,” ujarnya.


Penggunaan teknologi, menurut Zen, menjadi tantangan pendidikan yang luar biasa di tengah kondisi pandemi, agar kaum kapitalis tidak dapat menguasai segalanya.


Transformasi teknologi
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati H Imron yang juga menjadi narasumber mengungkapkan, hal positif yang dapat diambil pelajaran dari pandemi yaitu kuatnya transformasi teknologi.


“Saat ini sangat diperlukan transformasi teknologi dalam melakukan berbagai kegiatan profesi,” jelasnya.


Selain itu, lanjut dia, penggunaan teknologi harus dipahami bersama bahwa teknologi dapat digunakan dalam berbagai pekerjaan. Juga perlu adanya kesadaran bahwa teknologi menjadi sahabat untuk beraktivitas.


Senada dengan H Imron, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Winarto, mengatakan perlunya mendesain pembelajaran dengan penggunaan teknologi. Ia mengungkapkan pembelajaran tidak hanya transfer pengetahuan.


“Namun, juga keteladan melalui situasi sosial di rumah dengan pembelajaran daring. Jangan sampai merepotkan orang tua. Karena saya mendengar banyak aduan orang tua bahwa tugas siswa justru dikerjakan oleh orang tua,” ungkapnya.


Pembelajaran daring, menurut Winarto, menjadi salah satu cara pemenuhan hak siswa atas pendidikan. Selain itu, juga tetap melindungi warga dari penyebaran virus Corona.


Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori
 

BNI Mobile