Kampus di Pesantren Annuqayah Sumenep Adaptasi dengan Aturan Kesehatan

Kampus Instika Guluk-guluk Sumenep. (Foto: NU Online/Firdausi)
Kampus Instika Guluk-guluk Sumenep. (Foto: NU Online/Firdausi)
Kampus Instika Guluk-guluk Sumenep. (Foto: NU Online/Firdausi)

Sumenep, NU Online 
Sejumlah adaptasi harus dilakukan lembaga pendidikan termasuk kampus saat ada kebijakan pembatasan tatap muka. Proses belajar mengajar maupun kuliah dilakukan secara online atau perkuliahan non tatap muka (NTM). 

 

Tidak kurang selama dua bulan hal tersebut dilakukan sejumlah perguruan tinggi demi mencegah penularan Covid-19. Dan menjelang penerimaan mahasiswa baru dan dimulainya perkuliahan, aneka persiapan dilakukan beberapa kampus.

 

Hal tersebut seperti juga dilakukan Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) dan Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah Guluk-guluk, Sumenep, Jawa Timur. Lembaga pendidikan tinggi yang di berada bawah naungan Yayasan Annuqayah tersebut mengeluarkan kebijakan baru terkait pelaksanaan sistem perkuliahan tatap muka (TM) saat menyambut new normal.

 

Disampaikan KH Ah Syamli Muqsid  bahwa berdasarkan hasil musyawarah pengurus Yayasan Annuqayah akhirnya dibentuklah tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Tujuannya antara lain membuat protokol khusus selama kegiatan belajar mengajar serta pelayanan akademik.

 

“Satgas yang dibentuk sudah menyediakan berupa alat-alat medis yang sesuai dengan protokol umum, seperti masker, hand sanitizer, wastafel, dan tabung disinfektan,” kata Rektor Instika ini, Jumat (12/6). 

 

Dijelaskannya bahwa seluruh aturan yang dikeluarkan Satgas harus diikuti seluruh komponen kampus, dari mulai karyawan, dosen, dan mahasiswa.  Bagi yang melanggar akan diberikan teguran hingga peringatan. 

 

Dikemukakan juga bahwa kampus tidak akan memberikan izin kepada dosen, mahasiswa, maupun karyawan jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.

 

"Jika suhu badannya tinggi, maka kami akan meminta untuk pulang ke rumahnya sambil lalu kami berikan surat pengantar kepada Puskesmas terdekat. Sedangkan bagi mahasiswa mukim atau santri, mereka diisolasi di pondoknya masing-masing," jelasnya. 

 

KH Muhammad Husnan A Nafi menjelaskan bahwa saat pelaksanaan perkuliahan tatap muka, seluruh dosen, karyawan, dan mahasiswa harus mematuhi protokol yang ditetapkan oleh tim Satgas. 

 

Menurut Wakil Rektor II Instika tersebut, setidaknya ada tiga jenis protokol perkuliahan normal baru yang harus dipatuhi selama berada di lingkungan kampus.  “Yakni protokol umum, di perjalanan dan masuk lingkungan kampus, serta protokol di lingkungan kampus," jelasnya.

 

Lebih rinci, ketiga jenis protokol tersebut sebagai berikut. 

 

Untuk protokol umum, dosen, mahasiswa, dan karyawan harus menyiapkan dan memiliki masker setidaknya selama tiga buah. 

 

Selanjutnya, baik dosen, mahasiswa, dan karyawan dalam kegiatan sehari-hari harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Khususnya membatasi interaksi fisik, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitaizer, dan melakukan disinfektasi. 

 

“Ketiga, baik dosen, mahasiswa, dan karyawan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menghindari makanan yang tidak terjamin kesehatannya,” jelasnya. 

 

Berikutnya mereka yang sedang terganggu kesehatannya wajib beristirahat, berobat, dan izin untuk tidak hadir ke kampus. 

 

“Untuk protokol di perjalanan dan masuk lingkungan kampus berlaku ketentuan yang lebih rinci,” katanya.
Ketentuan tersebut, dosen, mahasiswa, dan karyawan yang hendak masuk ke lingkungan kampus sangat disarankan untuk tidak mampir ke tempat umum demi mengurangi kontak. Demikian pula harus masuk ke lingkungan kampus dari pintu utama.

 

“Semua yang masuk ke lingkungan kampus harus menggunakan masker, diperiksa suhu badannya oleh petugas di pintu masuk, dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang telah disediakan,” ungkapnya.

 

Bagi mereka yang suhu badannya melebihi 37.7 derajat celcius, dipersilahkan untuk kembali ke rumah atau pondok agat beristirahat, berobat, dan memeriksakan diri ke layanan kesehatan. 

 

“Selanjutnya, setelah mengikuti perkuliahan dan pelayanan lain, mahasiswa disarankan segera kembali ke rumah atau pondok masing-masing secara langsung, dengan tidak mampir ke tempat umum,” ungkapnya. 

 

Sedangkan protokol di lingkungan kampus wajib menggunakan masker, membatasi kontak fisik dan menjaga jarak. Juga menghindari kerumunan dan menjaga kebersihan khususnya mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitaizer yang disediakan kampus. 

 

“Selama berada di lingkungan kampus, mahasiswa sangat disarankan untuk menerapkan disiplin yang ekstra ketat, khususnya dalam berinteraksi,” tegasnya. 

 

Demikian pula saat mengikuti perkuliahan, dosen dan mahasiswa menempati tempat duduk yang telah diatur sedemikian rupa oleh pihak kampus dan tidak mengubah formasi jarak tempat duduk yang ada. 

 

“Selama mengikuti perkuliahan, mahasiswa yang tinggal di kompleks pesantren sangat disarankan untuk duduk di area kursi yang mengelompok sesama santri,” katanya.

 

Untuk mahasiswa mengikuti perkuliahan di ruangan yang sama, disarankan menempati kursi yang sama di setiap perkuliahan. Dan apabila jadwal perkuliahan cukup panjang, mahasiswa sebaiknya membawa makanan dan minuman sendiri. 

 

Kiai Husnan menambahkan bahwa kampus masih membuka seleksi penerimaan mahasiswa baru gelombang ketiga yang dibuka dari 28 Juni hingga 12 Juli 2020.

 

"Info lebih lanjut bisa dilihat di website Instika dan IST Annuqayah Guluk-guluk," pungkasnya.

 

Kontributor: Firdausi
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile