Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kolaborasi LAZISNU dan MES Jember Bantu Nelayan dan Masyarakat Pantai

Kolaborasi LAZISNU dan MES Jember Bantu Nelayan dan Masyarakat Pantai
Suasana pembagian sembako oleh LAZISNU dan MES Jember di Balai Dusun Watu Ulo. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Suasana pembagian sembako oleh LAZISNU dan MES Jember di Balai Dusun Watu Ulo. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online
Kolaborasi apik antara Pengurus Cabang (PC) LAZISNU Jember, MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Daerah Jember, Baznas Jember terjadi dalam aksi sosial di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (13/6). Aksi sosial berupa pembagian sembako itu menyasar para nelayan di pantai Payangan yang terdampak Covid-19 di desa tersebut.


Menurut Ketua PC Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jember, Achmad Fathur Rosyid, aksi sosial itu dimaksudkan untuk membantu mengurangi beban hidup warga menyusul dampak buruk yang ditimbulkan Covid-19. Dikatakannya, para nelayan dan yang hidup di pesisir pantai Payangan cukup jeblok ekonominya akibat samping dari munculnya virus Corona.


"Kita harus berbuat sesuatu untuk membantu mereka agar tidak terlalu larut dalam dampak Corona," ucap Rosyid, sapaan akrabnya, di sela pembagian sembako di Balai Dusun Watu Ulo.


Dosen Institut Agama Islam Negeri Jember itu menambahkan, bantuan untuk warga terdampak Covid-19 akan terus diupayakan, termasuk salah satunya untuk para nelayan dan masyarakat di sekitar pantai Payangan. Karena itu, kata Rosyid, pihaknya akan terus mengetuk hati para dermawan agar menyisihkan sebagian rejeki untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.


“Selain dari internal pengurus, sumber sumbangan juga berasal dari para dermawan,” jelasnya.


Di tempat yang sama, Ketua MES Daerah Jember, H Babun Suharto menyatakan bahwa dampak ekonomi Covid-19 cukup  tajam, lebih-lebih bagi masyarakat di sekitar pantai Payangan. Terbukti, warung-warung yang berderet di sepanjang jalan menuju pantai, tutup. Begitu juga tempat parkir, sepi dari kendaraan. Padahal, itu adalah matapencaharian masyarakat setempat.


“Itu membuktikan bahwa roda ekonomi di sini stagnan. Biasanya hari-hari normal ramai, apalagi hari libur seperti Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.


Mantan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jember itu berharap masyarakat pantai Payangan agar tetap konsisten dalam menyikapi Covid-19, yaitu  mematuhi protokol kesehatan.  Kepatuhan terhadap hal tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat ’pengusiran’ Covid-19 dari bumi Indonesia. Jika virus Corona sudah ‘pergi’ maka otomamtis roda ekonomi di sektor pariwisata juga akan menggeliat.


“Memang ada bantuan dari pemerintah untuk warga terdampak Covid-19, tapi ‘kan tidak mencukupi. Kita berharap Covid-19 segera pergi agar kehidupan bisa kembali normal, dan ekonomi juga bergerak,” harapnya.


Di tempat yang sama, salah seorang warga Dusun Watu Ulo, Pak Enno membenarkan bahwa Covid-19 benar-benar telah mencekik leher masyarakat. Sebab, gara-gara virus itu, semua kegiatan ekonomi menjadi kacau.


“Kami lebih takut tidak makan ketimbang penyakit Corona,” ujarnya.


Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile