Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kiai Said Ajak Nahdliyin Teladani Mualim Radjiun, Tokoh NU Betawi

Kiai Said Ajak Nahdliyin Teladani Mualim Radjiun, Tokoh NU Betawi
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj

Jakarta, NU Online  

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak Nahdliyin untuk meneladani tokoh-tokoh NU terdahulu dalam berjuang untuk syiar agama dan menghidupkan organisasi. Menurut Kiai Said, salah seorang tokoh NU yang mesti diteladani adalah Mualim Muhammad Radjiun, salah seorang tokoh NU dari Betawi.  


“Warga NU yang saya hormati, khususnya di Betawi. Hari ini merupakan wafatnya KH Muhammad Radjiun, salah seorang alim di Betawi pada zamannya. Mualim Syafi’i Hadzami dan KH Zainuddin MZ mengaku sebagai muridnya,” katanya di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (13/6), yang diunggah di Instagram @saidaqilsiroj53.

 

Mualim Radjiun ini, kata Kiai Said, memulai aktif di NU dengan bergabung di Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz bersama KH Tb. Mansur Ma`mun, KH Shaleh Ma`mun Serang, Banten, KH Abdul Hanan Said, KH Abdul Aziz Muslim Tegal. 


Selain seorang alim, kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Jakarta Selatan ini, karena pernah menimba ilmu belasan tahun di Makkah, Mu`allim Radjiun terkenal dengan jiwa kewirausahaannya yang kuat. Sambil berdagang, beliau juga mengajar dan mengisi pengajian mentransmisikan ilmu untuk generasi penerus. 


“Pada haulnya yang ke-38 ini mari kita mengambiul pelajaran dan teladan dalam mengembangkan NU sembari mengirim Ummul Kitab kepadanya. Alfatihah....” ajaknya.


Mualim Radjiun lahir di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada 1916. Pada masa mudanya ia menimba ilmu dari beberapa ulama Betawi, di antaranya Guru Manshur Jembatan Lima dan Guru Abdul Madjid Pekojan (kedunya tokoh NU Betawi). Kemudian bersama adiknya, Hasanat, pergi ke Makkah untuk memperdalam ilmu agama.


“Setelah belasan tahun di Makkah, Mualim Radjiun kembali ke tanah air dan bergabung dengan beberapa teman serta juniornya di Jam`iyatul Qurra wal Huffazh, organisasi yang menaungi para qari dan penghafal Al-Qur`an, antara lain: KH Tb. Mansur Ma`mun, KH Shaleh Ma`mun Serang, Banten, KH Abdul Hanan Said, KH Abdul Aziz Muslim. Beliau juga aktif di NU (Nahdlatul Ulama),” tulis situs MUI DKI Jakarta.

 
Lebih jauh tentang Mualim Radjiun yang wafat pada 13 Juni 1982 ini bisa dibaca di NU Online pada artikel berikut ini:


Muallim Radjiun: Antara Pekojan dan Pulau Seribu (1) 
Muallim Radjiun: Antara Pekojan dan Pulau Seribu (2, Habis)

 

Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Alhafiz Kurniawan
 

BNI Mobile