Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

14 Juni, Hari Lahir Qari Legendaris KH Muammar ZA 

14 Juni, Hari Lahir Qari Legendaris KH Muammar ZA 
KH Muammar ZA masih sering tampil untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Foto: Facebook H. Muammar ZA)
KH Muammar ZA masih sering tampil untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Foto: Facebook H. Muammar ZA)

Jakarta, NU Online 
Pada tahun 2014, PBNU melalui NU Online kembali memberi anugerah Hadiah Asrul Sani (HAS). Hadiah ini dimulai sejak 2013 dan berlangsung tiga tahun berturut-turut kepada tokoh yang dibagi ke dalam lima kategori.


Pada HAS 2014, panitia menentukan lima kategori. Pertama, Kesetiaan Berkarya dianugerahkan kepada H Usep Romli HM dari Garut, Jawa Barat. Kategori Sineas Berbakti diberikan kepada Tatiek Maliyati dari Jakarta. Kategori Penulis Serba Bisa diberikan kepada H Agus Sunyoto dari Malang, Jawa Timur. Kategori Tokoh Legendaris dianugerahkan kepada H Muammar ZA dari DKI Jakarta. Sementara Kategori Pelindung Karya diberikan kepada H Chisni dari Gresik, Jawa Timur.
 

Menurut Ensiklopedia NU, H Muammar ZA adalah seorang qari nasional dan bahkan internasional. Ia merupakan pelopor pembacaan Al-Qur'an secara berduet (bersama H Chumaidi) dan dengan gaya qira’at sab'ah (metode tujuh bacaan). Pembacaan Al-Qur’annya masih terus direkam ulang dan diperdengarkan hingga kini.


H Muammar ZA lahir di Dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, 14 Juni 1954. Setamat sekolah dasar Muammar nyantri di Kaiiwungu, Kendal, Jawa Tengah. Ia kemudian belajar di Pendidikan Guru Agama (PGA) di Yogyakarta. Ia juga sempat kuliah di IAIN Sunan Kalijaga. Selama kuliah, ia menggeluti dunia qira'ah.


Ia mengikuti MTQ Tingkat Provinsi DIY pada 1987. Ia berhasil menyabet juara pertama tingkat remaja. Setelah itu, ia selalu menjadi anggota kontingen DIY di MTQ Nasional. Dari Yogyakarta, Muammar pindah ke Jakarta dan melanjutkan kuliah di PTIQ.


Pada tahun 1980-an dan 1990-an suara merdunya lazim menghiasi masjid-masjid di Indonesia sebelum maghrib, menjelang subuh, atau menjelang shalat Jumat, melalui kaset yang diputar dengan tape recorder. Kaset-kasetnya juga diputar pada acara-acara keagamaan seperti Maulid Nabi.


Hingga saat ini, suara emasnya masih dikagumi umat Islam sehingga ia masih kerap diundang untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Pada 2015, PBNU mengundangnya untuk tampil pada pembukaan Munas Alim Ulama NU dan menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H.


“Qori' internasional Muammar ZA memimpin pembacaan shalawat badar pada Istighotsah Menyambut Ramadhan 1436 H dan Pembukaan Munas Alim Ulama" di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (14/6/2015). Muammar memandu pembacaan shalawat khas NU itu selepas melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Suara Muammar yang melengking disambut antusias puluhan hadirin yang memadati Masjid Istiqlal,” tulis NU Online.


Baca: Muammar ZA Pimpin Shalawat Badar Puluhan Ribu Nahdliyin


Selamat ulang tahun ke-66, KH Muammar ZA. Semoga sehat selalu dan panjang umur. Amin…


Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Alhafiz Kurniawan

BNI Mobile