Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

BMT USA Jepara Latih Warga Budi Daya Lele dan Kangkung di Ember

BMT USA Jepara Latih Warga Budi Daya Lele dan Kangkung di Ember
Penyerahan bibit lele kepada peserta pelatihan yang digelar BMT USA Jepara (Foto: NU Online/Syaiful Mustaqim)
Penyerahan bibit lele kepada peserta pelatihan yang digelar BMT USA Jepara (Foto: NU Online/Syaiful Mustaqim)

Jepara, NU Online

Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari'ah (KSPPS) Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Ummat Sejahtera Abadi (USA) melalui Baitul Maal El Mazis Sejahtera Jepara, Jawa Tengah melatih warga kurang mampu budi daya lele dan kangkung dalam ember. 

 

Kegiatan program pemberdayaan masyarakat - ketahanan pangan keluarga ini dilaksanakan di Kantor Pusat BMT USA, Jl Wahid Hasyim No 133 Jepara, Jumat (12/6) lalu. 

 

Ketua Pengurus BMT USA H Mustaqim Umar mengatakan, pelatihan bermula melihat perkembangan situasi dan kondisi wabah Covid-19 yang berdampak pada ekonomi masyarakat. BMT USA juga mengamati pandemi kemungkinan besar tidak selesai dalam waktu dekat. 

 

"Untuk itu kami berinisiatif memberikan solusi alternatif bagaimana masyarakat mampu bertahan walaupun di masa sulit, minimal mampu memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sendiri," katanya, Ahad (14/6). 

 

Tujuan pelatihan lanjutnya, agar masyarakat semakin berdaya dengan kebutuhannya sendiri dengan mengambil hasil budidaya di pekarangan sendiri. "Sehingga meminimalisir pengeluaran kebutuhan pokok yaitu konsumsi makanan pokok keluarga," lanjutnya. 

 

Pihaknya juga menambahkan, BMT yang bernaung di bawah Asosiasi Koperasi Syariah Warga Nahdlatul Ulama (Askowanu) membatasi peserta pelatihan lantaran terkait protokol kesehatan. Peserta yang ikkut pelatihan juga merupakan anggota BMT yang tergolong menengah ke bawah dan sampai saat ini belum melaksanakan aktivitas kerja. 

 

"Melalui pelatihan ini kami berharap dapat memunculkan ghirah wirausaha dan mampu mengembangkan usaha menjadi lebih besar. Apabila panen selain untuk konsumsi pribadi juga bisa dijual ke tetangga atau barter dengan hasil bumi tetangga," tambahnya. 

Ditambahkan, jika produksi semakin banyak BMT USA berencana membentuk kelompok produksi lele yang dihubungkan dengan kelompok-kelompok yang lain sehingga pemasaran semakin luas. 

Pihaknya juga siap mendampingi, memotivasi, dan mensupport pengembangan budidaya tersebut. "Insyaallah kami juga menyediakan modal untuk pengembangan usaha," bebernya. 

 

Sementara itu, narasumber pelatihan Arif Mustofa memaparkan langkah-langkah budidaya lele dan kangkung dalam ember. Hal penting yang dipaparkan Arif adalah menyiapkan media air dalam ember. 

 

"Diamkan selama 1 minggu untuk kesiapan air sambil menyemai kangkung supaya bisa tumbuh. Setelah kangkung tumbuh terdapat 2 atau 3 lembar, kangkung siap dimasukkan dalam media tanam. Setelah seminggu air mengendap bibit lele siap dimasukkan dalam ember," jelas Dosen Unisnu Jepara Prodi Budidaya Perairan ini. 

 

Di samping langkah-langkah dia juga menjelaskan masa panen. Menurut perhitungan dan layak konsumsi dalam waktu 3 bulan lele sudah bisa dipanen. Kesempatan itu peserta pelatihan memperoleh ember, benih lele, benih kangkung, pakan lele 3 bulan, dan media tanam kangkung. 

 

Kontributor: Syaiful Mustaqim
Editor: Abdul Muiz 

BNI Mobile