Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Cetak Kader yang ‘qualified’, Pergunu Bali Seleksi Penerima Beasiswa IPKHAC

Cetak Kader yang ‘qualified’, Pergunu Bali Seleksi Penerima Beasiswa IPKHAC
Salah satu kegiatan seleksi penerima beasiswa IPKHAC (Institut Pesantren Kiai Haji Abdul Chalim). (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Salah satu kegiatan seleksi penerima beasiswa IPKHAC (Institut Pesantren Kiai Haji Abdul Chalim). (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Buleleng, NU Online
Pengurus Wilayah (PW) Pergunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) Bali terus bergerak untuk mencetak generasi muda NU yang qualified. Hal ini dibuktikan dengan keseriusannya mengggelar seleksi calon penerima beasiswa hasil kerja sama Pengurus Pusat (PP) Pergunu dengan Pondok Pesantren Ammanatul Ummah  Mojokerto, di Buleleng, Ahad (14/6).


Kegiatan seleksi tersebut merupakan tahap kedua setelah para calon penerima beasiswa mengikuti tes tulis pengetahun agama Islam sehari sebelumnya. Seleksi tahap kedua itu digelar secara Daring melalui google form yang disediakan oleh panitia seleksi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Buleleng, Bali dan diikuti oleh para calon penerima besasiswa dari berbagai titik, yaitu PC Pergunu Kabupaten Karangasem bertempat di MTs Ma’arif Bebandem, Kabupaten Klungkung di PTA Nurul Huda Kampung Gelgel, Kabupaten Jembrana di MTsN 3 Jembrana, dan Kabupaten Buleleng di MTs Al-Khairiyah Tegallingah.


Menurut ketua panitia seleksi,  Moh. Sahlan, jumlah peserta seleksi sebanyak 26 orang, 24 diantaranya adalah peserta calon S1 dan 2 orang calon S2 dengan berbagai minat program studi. Dalam kegiatan tersebut, panitia seleksi menghadirkan para dewan juri yang pengalaman untuk menilai kemampuan para peserta dalam ketrampilan mengaji Al-Qur’an dengan tartil,  dan praktek bacaan shalat fardu serta do’a ala Annahdliyah. Diantara dewan juri itu adalah para penasehat dan pengurus PW Pergunu Bali,  KH Maksum Amin, Hj. Azizah Aziz, Firman, A.Yani, M. Hairum, Azzanudin, dan Istiyanah.


“Mereka (dewan juri) adalah orang-orang yang kapabel, sehingga diharapkan hasilnya betul-betul calon mahasiswa yang memang punya kemampuan. Kita di Bali ingin punya kader yang qualified,” ujarnya.
 

Sementara itu, Koordinator Wilayah IV PP Pergunu, H. Lewa Karma menegaskan bahwa hasil seleksi tersebut akan dijadikan pijakan oleh pantia seleksi dan Pergunu untuk merekrut nama-nama peserta yang sesuai dengan kriteria sebagaimana harapan KH Asep Saifuddin Chalim selaku pengasuh pesantren Ammanatul Ummah dan pemilik IPKHAC (Institut Pesantren Kiai Haji Abdul Chalim).


“Tugas kami adalah  memonitor dan menyiapkan calon penerima  beasiswa sesuai juknis,  untuk selanjutnya kami sampaikan kepada Pergunu pusat guna ditetapkan layak tidaknya nanti untuk menerima beasiswa tahun 2020,”   jelas H Lewa.


0leh karena itu, ia menegaskan bahwa dalam  seleksi kali ini panitia akan memilih 26 orang. Mereka akan  diajukan kepada panitia pusat (PP Pergunu) untuk dipilih sebagai penerima beasiswa. Kuotanya adalah 4 orang untuk S1 dan 2 orang untuk S2.


“Jadi yang menentukan paling akhir adalah Pergunu pusat,” jelasnya.


Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi

 

 

BNI Mobile