Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Berbekal Keahlian Melukis, Santri Gresik Sukses Bangun Usaha

Berbekal Keahlian Melukis, Santri Gresik Sukses Bangun Usaha
Lukis kayu karya Nur Fahmi atau Amak, santri di Gresik. (Foto: NU Online/Syafik Hoo)
Lukis kayu karya Nur Fahmi atau Amak, santri di Gresik. (Foto: NU Online/Syafik Hoo)

Gresik, NU Online
Andai potensi diri digali dengan serius, maka akan menjadi usaha yang menjanjikan. Apalagi banyak belajar kepada tempaan hidup yang mengiringi, maka segalanya akan membuahkan hasil yang diharapkan.

 

Kenyataan itu juga yang kini dirasakan santri bernama Nur Fahmi. Dirinya menemukan keahlian dan kreasi yang jarang dimiliki rekan lain yakni kemampuan melukis. Bahkan dari kelebihan ini juga mengantarkannya menjadi mandiri karena memiliki sumber pemasukan.

 

Nur Fahmi hingga kini masih tercatat sebagai santri dan mahasiswa di Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Ihsan (YPPMI) Banyuurip Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. 

 

Panggilan kesehariannya adalah Amak, punya talenta di bidang seni lukis dan cetak foto media kayu. Tidak semata mengandalkan pemasaran kebanyakan, juga telah memanfaatkan jejaring maya untuk meluaskan jangkauan pelanggan. Hasilnya? Amak banyak menerima order mulai dari temannya sendiri, warga sekitar termasuk wali santri dan umum.

 

Kepada media ini, Amak menceritakan bahwa selama menggeluti usaha tidak pernah ada kata menyerah. Demikian pula, semua mengalir saja tanpa memikirkan target dan sejenisnya.
“Saya selalu berusaha mengasah keterampilan dan tidak berpatokan dengan kesuksesan terlebih dahulu,” katanya, Selasa (16/6). 

 

Dikemukakannya bahwa setiap orang akan mengalami tahapan sendiri dalam menapaki dan menuju kesuksesan hidup. Dan itu bisa saja berlaku spesial bagi orang tertentu, dan tidak serta merta dialami pihak lain. "Saya punya prinsip bahwa kesuksesan itu harus melalui beberapa tahapan dan berproses dengan yang digeluti,” jelasnya.

 

Dirinya merasa sangat bersyukur lantaran keahlian yang digali sejak kecil dan terus diasah hingga kini telah membuahkan hasil yang cukup dapat dibanggakan. Tidak berhenti kepada dirinya, juga diharapkan keberhasilannya mengilhami kalangan lain.

 

"Alhamdulillah semoga ini bisa menjadi inspirasi dan selalu mengedukasi bagi saya dan masyarakat. Demikian juga apa yang telah diraih tidak menjadikan saya sombong,” harapnya. 

 

Dikemukakannya bahwa santri saat menempa diri di pesantren hendaknya terus berupaya menggali potensi yang dimiliki, termasuk bakat di bidang seni. Karena dalam pandangannya, selama menempa ilmu agama dan penanaman karakter saat menjadi santri, tidak hanya tafaqquh fiddin.

 

“Yang juga jangan ditinggalkan adalah bisa belajar yang lain untuk mengeksplorasi bakat dan minat yang ada,” pesannya.

 

Salah seorang pengasuh YPPMI Banyuurip, Gus Niam Karimi mengatakan bahwa Amak telah menjadi kebanggaan pesantren. Hal itu dibuktikan dengan karyanya yang banyak beredar menghiasi ruang tamu kediaman wali santri dan kalangan umum. 

 

“Yang juga penting, Amak selalu membagikan pengalamannya kepada santri yang berminat pada seni lukis dan foto ini,” katanya. 

 

Berkat kemampuan dan bakat dalam bidang seni ini pula, YPPMI Banyuurip menobatkan Nur Fahmi alias Amak sebagai santri milenial kreatif dan inovatif.

 

Kontributor: Syafik Hoo
Editor: Ibnu Nawawi 

BNI Mobile