Perkokoh NKRI, Habib Luthfi: Harus Pelihara Kebinekaan

Habib Luthfi bin Yahya saat kunjungi tempat ibadah untuk silaturahim kebinekaan bersama Forkopimda, FKUB, ulama dan Kiai Kota Pekalongan. (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Habib Luthfi bin Yahya saat kunjungi tempat ibadah untuk silaturahim kebinekaan bersama Forkopimda, FKUB, ulama dan Kiai Kota Pekalongan. (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Habib Luthfi bin Yahya saat kunjungi tempat ibadah untuk silaturahim kebinekaan bersama Forkopimda, FKUB, ulama dan Kiai Kota Pekalongan. (Foto: NU Online/Abdul Muiz)

Pekalongan, NU Online
Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya mengatakan, untuk memperkuat dan memperkokoh NKRI haruslah dengan memelihara kebinekaan.


“Apa yang kita lakukan berkeliling bersama-sama agar kita saling menjunjung, menghormati, dan menghargai di antara sesama,” ujar Habib Luthfi.


Hal itu disampaikan di hadapan ratusan tamu yang hadir di kediaman Habib Luthfi bin Yahya di Jalan dr Wahidin Gg 7 Noyontaan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah dalam acara 'Silaturahim Kebinekaan' bersama Forum Komunikasi Umat Beragama, Kamis (18/6).


Dikatakan, dengan memilihara kebhinekaan, tentu ke depannya hal ini akan menjadi bekal untuk regenerasi ke depan bahwa semua akan menjadi benteng-benteng yang kokoh untuk mempertahankan NKRI dan mempertahankan kesatuan dan persatuan, sehingga menjadi bangsa yang tidak mudah digoyahkan oleh apapun.


“Sekali Indonesia Tetap Indonesia. Dengan kata lain, NKRI harga mati. Pancasila harga mati,” tegas Habib Luthfi.

 

 

 

Habib Luthfi bin Yahya bertemu dengan tokoh tokoh lintas agama saat menggelar 'silaturahim kebinekaan' di Kota Pekalongan Jawa Tengah


Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz menyampaikan bahwa dengan kesatuan dan kebersamaan di antara kita dapat mempererat dari suatu yang mengancam NKRI dan Pancasila. 


“Dengan persatuan dan kesatuan, NKRI akan tetap jaya selamanya, dan Kota Pekalongan menjadi kota yang tenteram, aman, dan nyaman untuk beraktivitas,” ungkap Saelany.


Disampaikan, untuk menjalin silaturahim program yang selama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan telah melakukan berbagaui kegiatan keagamaan dan keumatan, yakni Ngaji Bareng Bersama Ulama dan Umara serta Program Dialog Keumatan Bersama masyarakat non muslim.


“Program yang selama ini dilaksanakan yakni untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat Kota Pekalongan guna menghimpun masukan dan keinginan warga,” ucapnya.


Disampaikan, kegiatan silaturahim kebinekaan yang digagas anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi bin Yahya sungguh sangat luar biasa. Karena hal ini dapat mempersatukan keberbedaan dalam bingkai kebersamaan untuk NKRI.


"Kita sangat bangga dengan Habib Luthfi, di tengah kesibukannya selalu berupaya sekuat tenaga menjaga kebersamaan dalam berbagai forum, seperti silaturahim yang diikuti oleh pemeluk lintas agama," pungkasnya.


Selain bersilaturahim dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Habib Luthfi juga mengundang FKUB, para ulama, dan kiai untuk bersama-sama mengunjungi tokoh Muslim di Masjid Jami’ Kauman, tokoh Katholik di Gereja St Petrus, tokoh Khonghucu di Klenteng Po An Thian, Tokoh Budha di Vihara Bodhi Dharma Pekalongan.


Habib Luthfi bersama rombongan yakni Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Kapolres Pekalongan Kota, Dandim 0733/Pekalongan dan jajaran PCNU Kota Pekalongan juga mengunjungi tokoh-tokoh lintas agama di Kabupaten Batang dan Pemalang.


Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori

BNI Mobile