PBNU Meluncurkan Perserikatan Nelayan Nahdlatul Ulama

PBNU Meluncurkan Perserikatan Nelayan Nahdlatul Ulama
Serikat Nelayan NU dibentuk sebagai hasil tindak lanjut Putusan Muktamar Ke-33 NU dan Putusan PBNU pada 10 Maret 2020 lalu. (Ilustrasi: pixabay)
Serikat Nelayan NU dibentuk sebagai hasil tindak lanjut Putusan Muktamar Ke-33 NU dan Putusan PBNU pada 10 Maret 2020 lalu. (Ilustrasi: pixabay)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merilis badan perserikatan baru yang menangani profesi nelayan. PBNU pada Jumat (19/6) menunjuk seorang profesional dan pengusaha muda Witjaksono sebagai Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU).


Penunjukan itu ditandai dengan penerbitan surat PBNU dengan nomor 523/A.II.04.d/06/2020 tentang Pengesahan Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama. Surat keputusaan itu ditandatangani oleh Pejabat Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal H A Helmy Faishal Zaini pada tanggal 19 Juni 2020.


Usai penerbitan surat pengesahan pimpinan SNNU, PBNU menugaskan Witjaksono agar segera melaksanakan tugas-tugas keorganisasi. Selain itu Witjak diberi mandat untuk membentuk kepengurusan SNNU di tingkat wilayah dan cabang.


"Melaksanakan Rakernas setelah pembentukan Wilayah dan Cabang lebih dari 60 persen. Melaksanakan Kongres Serikat Nelayan NU paling lambat 6 bulan kedepan dan melaporkan hasilnya kepada PBNU," demikian mandat PBNU kepada Witjaksono, Jumat (19/6).


Merespons penerbitan SK PBNU, Ketua SNNU Witjaksono menyatakan bahwa dirinya terharu atas penugasan yang diembankan pada dirinya. Sebagai aktivis muda dengan latar belakang sebagai pengusaha profesional di bidang perikanan dan pertanian, dirinya akan bekerja keras untuk memberikan kontribusi yang maksimal.


Ia menambahkan, pengalamannya merintis usaha dari nol hingga berhasil Go public di pasar saham beberapa tahun lalu setidaknya akan menjadi modal pengalaman bagaimana memajukan SNNU. Apalagi  masalah kehidupan nelayan di Indonesia yang sebagian besar adalah nahdliyin. Kehidupan nelayan akan menjadi basis kelompok sosial yang akan dia urus.


"Ini (tugas menjadi ketua SNNU) merupakan kehormatan sekaligus tantangan untuk berkhidmat pada Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara. Kita akan bekerja keras untuk menjadi bagian perjuangan NU menciptakan kemaslahatan khususnya para nelayan nahdliyin yang masih hidup di bawah garis kemiskinan," kata Witjak, Sabtu (20/6). 


SNNU dibentuk sebagai hasil tindak lanjut Keputusan Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama tahun 2015 di Jombang, Jawa Timur dan Keputusan PBNU pada 10 Maret 2020 lalu.


Khidmat SNNU adalah menjadi wadah dan sarana mengayomi para nelayan, pelaku usaha kelautan dan kemaritiman, dan masyarakat pesisir. Tujuannya adalah  pemberdayaan dalam usaha pemanfaatan laut dan usaha perikanan budidaya yang bermuara pada kesejahteraan nelayan dan kemaslahatan Bangsa Indonesia.


Editor: Alhafiz Kurniawan

BNI Mobile