Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Begini Cara Pesantren Nurul Qarnain Jember Mengindari Penularan Covid-19 bagi Santri

Begini Cara Pesantren Nurul Qarnain Jember Mengindari Penularan Covid-19 bagi Santri
Suasana santri Pesantren Nurul Qarnain, Desa Balet Baru, Sukowono, Jember saat menunggu di-rapid test sebelum masuk ke area pesantren. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Suasana santri Pesantren Nurul Qarnain, Desa Balet Baru, Sukowono, Jember saat menunggu di-rapid test sebelum masuk ke area pesantren. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online
Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Desa Balet Baru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur benar-benar hati-hati dalam menerima santrinya untuk kembali ke pondok tersebut. Hati-hati agar tidak terjadi penularan Covid-19 bagi para santri di masa-masa mendatang.


Bentuk kehati-hatian itu ialah berupa masa kembali santri yang dibagi dalam tiga gelombang, yaitu dimulai hari ini, besok dan lusa. Untuk hari ini, Senin (22/6), dikhususkan bagi santri putri, tanggal 23/6 untuk  santri putra, dan tanggal 24/6 buat santri baru.


Menurut salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Gus Badrut Tamam, pembagian jadwal kembali santri itu dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan saat registrasi untuk masuk pesantren. Dikatakannya, saat ini jumlah santri putra mencapai 882 orang, santri putri berjumlah 1770, dan santri baru diperkirakan  500 orang.


“Maka kami buat jadwal sendiri-sendiri agar tetap bisa menjaga jarak saat kembali,” ujarnya.


Tampak santri yang kembali ke pondok tersebut, harus masuk ke auditorium dulu untuk menjalani rapid test. Sedangkan wali santri, hanya boleh mengantar anaknya sampai di halaman Ma’had Aly, sekitar 50 meter sebelum area auditorium. Sementara barang bawaan santri, dijemput oleh panitia menggunakan kendaraan roda empat. Pihak pesantren juga sudah menyiapkan 7 ruangan karantina untuk santri putri dan 4 ruangan untuk putra guna berjaga-jaga mungkin ada santri yang hasil rapid test-nya reaktif.


“Kami sudah siap semua dengan segala kemungkinan. Jika misalnya ada santri yang rapid test-nya reaktif, tapi mudah-mudahn tidak ada, sudah kita siapkan ruangan sebelum dilakukan swab untuk dia,” urai Gus Badrut.


Alumnus Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Asembagus, Situbondo itu menegaskan, bagi calon santri baru juga disediakan rapid test gratis jika datang (mendaftar) di hari yang telah ditentukan, yaitu Rabu (24/6). Ini dimaksudkan agar santri baru dan lama serta keluarga besar Nurul Qarnain terhindar dari munculnya  penderita (baru) penyakit Covid-19.


“Jadi kita memang ekstra hati-hati. Sebab terus terang, pesantren memang rawan jadi tempat persemaian wabah Covid-19 karena santri berasal dari banyak daerah,” ungkapnya.


Tidak hanya saat registrasi, ketika santri berada di pondok pun, sarana pencegahan Covid-19 juga sudah disiapkan sedemikian rupa.  Misalnya tempat cuci tangan yang ditempatkan di depan bilik, depan ruang kelas, dan di pojok-pojok area pesantren. Bahkan dua bilik penyemprotan desinfektan juga  ‘berjaga-jaga’ di pintu masuk pesantren.


“Kita harus ikhtiar untuk mencegah penularan Corona,” pungkasnya.


Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi

 

BNI Mobile