Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Hampir Putus Harapan Mondok, LAZISNU Jatim Beri Beasiswa kepada Fauzan

Hampir Putus Harapan Mondok, LAZISNU Jatim Beri Beasiswa kepada Fauzan
Penyerahan beasiswa santri dari LAZISNU Jatim kepada Fauzan. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Penyerahan beasiswa santri dari LAZISNU Jatim kepada Fauzan. (Foto: NU Online/Rof Maulana)

Sidoarjo, NU Online
Pondok pesantren kali ini memasuki fase tahun ajaran baru. Sebagian dari pesantren juga sudah mengembalikan para santrinya setelah sekian lama dipulangkan lantaran wabah Covid-19 terus menyebar luas. Salah satu pesantren yang sudah mulai membuka kembali proses pembelajarannya seperti Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.


Tahun ajaran baru merupakan kesempatan yang baik bagi calon santri memilih pondok yang dikehendaki. Seperti halnya Muhammad Fauzan, siswa asal Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo yang memiliki keinginan kuat mondok di Lirboyo. 


Fauzan mengaku, keinginannya untuk nyantri tumbuh sejak duduk di bangku kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Keinginan mondok itu semakin hari bukannya menguat tapi semakin menipis, sebab perekonomian keluarga kian menipis.


Aat Khoiruddin, Guru Madrasah Ibtidaiyah Al Ahmad Krian mengatakan, Muhammad Fauzan adalah yatim, ayahnya meninggal beberapa tahun lalu saat Fauzan masih kecil. Ibunya seorang janda yang mengasuh tiga anaknya termasuk Fauzan. 


“Fauzan anak terakhir dari tiga bersaudara,” kata Aat kepada NU Online saat mendampingi penerimaan beasiswa secara simbolis oleh NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur, Rabu (24/6). 


Untuk memupuk keinginan itu, Aat terus memberikan motivasi dan dukungan kepada Fauzan. Menurut Aat kedua kakaknya tidak ada yang mondok, setidaknya Fauzan ini yang harus mengenyam pendidikan di pesantren. Di usia 13 tahun ini, Fauzan telah dinyatakan lulus MI Al Ahmad Krian dengan peringkat terbaik. 


“Saya ingin mondok, agar bisa mendoakan orang tua yang telah tiada. Belajar ngaji di pondok menjadi keinginan besar saya tatkala orang tua sudah meninggal dunia,” kata Fauzan dengan suara polosnya. 


Keingan besar itu kini terwujud atas bantuan NU Care-LAZISNU Jawa Timur bersama BPR Syariah Baktimakmur Indah. “Kami bersama BPR Syariah Baktimakmur Indah memberikan beasiswa santri kepada mas Fuzan,” kata A Afif Amrullah, Ketua NU Care-LAZISNU Jawa Timur. 


Afif berharap semoga dengan biaya awal ini bisa membuat Fauzan menimba ilmu ke pesantren. Apalagi pesantren Lirboyo yang notabene pesantren favorit di Jawa Timur. “Beasiswa santri ini adalah program NU Care-LAZISNU Jatim peduli pendidikan. Dengan program ini diharapkan tidak ada lagi anak yang tidak sekolah atau mondok karena alasan biaya,” tutur Afif.


Di kesempatan yang sama Afif berpesan kepada Fauzan, supaya menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin. “Ngaji dan belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa mendoakan orang tua yang mendahului kita,” pungkasnya. 


Kontributor: Rof Maulana
Editor: Syamsul Arifin

BNI Mobile