Pesan Kiai Said kepada AHY: Jaga Jati Diri Bangsa

Pesan Kiai Said kepada AHY: Jaga Jati Diri Bangsa
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU Robikin Emhas memberikan cendera mata kepada AHY (Foto: NU Online/Ahdori)
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU Robikin Emhas memberikan cendera mata kepada AHY (Foto: NU Online/Ahdori)

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis, (25/6) sore. Selepas pertemuan tertutup itu, Kiai Said berpesan mengenai jati diri bangsa yang harus terus dijaga oleh masyarakat Indonesia, terutama oleh anak muda seperti AHY. 


Menurut Kiai Said pembicaraan AHY dengan dirinya menyangkut kepentingan bangsa yang secara umum menjadi perhatian semua pihak. Antara lain terkait aspek sosial, pendidikan, kebangsaan dan tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang.  


“Terutama sekali menghadapi radikalisme dari kanan dari kiri, kita pertahankan keselamatan, keutuhan, kepribadian, jati diri bangsa, kewajiban bersama, tidak bisa satu pihak, harus bersama-sama, baik oleh pemerintah dan kekuatan civil society,” kata Kiai Said kepada awak media. 


Menurut Kiai Said Aqil Siroj, keselamatan yang dimaksud adalah keselamatan geografis dan keselamatan budaya Indonesia. Kebudayaan lanjutnya adalah bagian dari jati diri bangsa yang harus terus dirawat. 


“Sebuah bangsa sebuah bangsa bisa terhormat kalau mempunyai budaya yang mulia. Ketika budayanya ambruk, hancurlah martabat bangsa,” tuturnya. 


Sementara itu, AHY mengatakan bersyukur diberikan kesempatan bertemu dengan Kiai Said Aqil Siroj. Dia mengaku sudah sejak lama ingin sowan ke Ketum PBNU, namun, baru bisa diwujudkan hari ini. 


“Diskusi dan silaturahim tadi berjalan dengan baik, kami berbincang tentang berbagai hal terkait apa yang terjadi hari ini kemudian juga dampaknya juga kepada Indonesia di masa pandemi,” kata AHY. 


Selain itu, AHY menyampaikan beberapa aspek kebangsaan yang saat ini dihadapi Indonesia. AHY menilai, terdapat banyak kesamaan visi dan misi antara NU dan partainya. 


NU, kata Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudoyhono, selalu menjadi garda terdepan memperjuangkan umat Islam Indonesia dengan ideologi yang jelas dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat karena berada di sisi moderat. 


“Sedangkan paratai saya berada di tengah yang merangkul semuanya. Itulah mengapa kami memiliki landasan nasional dan religius,” ujarnya. 


Pewarta:Abdul Rahman Ahdori
Editor: Abdullah Alawi
 

BNI Mobile