Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Habib Luthfi: Kebinekaan Cara Ampuh Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Habib Luthfi: Kebinekaan Cara Ampuh Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Habib Luthfi bin Yahya saat bertemu tokoh lintas agama di Kabupaten Tegal, Jateng (Foto: NU Online/Nurkhasan)
Habib Luthfi bin Yahya saat bertemu tokoh lintas agama di Kabupaten Tegal, Jateng (Foto: NU Online/Nurkhasan)

Tegal, NU Online

Rais Aam Idarah Aliyah Jam'iyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya mengatakan, kebinekaan merupakan cara yang ampuh untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

 

“Bangsa kita sudah berkali-kali diuji dengan perpecahan. Karena itu, memelihara kebinekaan dapat memperkokoh negara persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, termasuk saling menjunjung, menghormati, dan menghargai antarsesama,” katanya.

 

Hal itu disampaikan Habib Luthfi bin Yahya saat dirinya menggelar 'Safari Kebinekaan' di Kabupaten Tegal, Rabu (24/6). 

 

Dalam kunjungannya, Habib Luthfi yang juga anggota Dewan Pertimbangan (Wantimpres) didampingi Bupati Tegal Hj Umi Azizah dan anggota Forkopimda tiga daerah yakni Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes.

 

Dikatakan, memelihara kebinekaan merupakan bekal untuk generasi yang akan datang dan menjadi benteng yang kuat sebagai pertahanan nasional dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

 

"Sinergi TNI, Polri, dan rakyat akan menjadi kolaborasi yang kuat, karena dari rakyat mereka dilahirkan. TNI dan Polri harus menjadi pengayom bagi rakyat, sebaliknya, jika ada yang mengusik mereka, rakyatlah yang akan marah”, tandasnya.

 

 

Bupati Tegal Hj Umi Azizah mengungkapkan, silaturahim ini bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong-royongan untuk mengatasi berbagai persoalan kebangsaan yang ada, terutama ancaman krisis ekonomi akibat resesi global sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

 

“Jiwa nasionalis itu ada bukan karena kita lahir di Indonesia, tapi nasionalis itu adalah apakah Indonesia ada di dalam diri dan hati kita”, tegas Umi.

 

Menurutnya, agar krisis ekonomi tersebut tidak berkembang menjadi krisis sosial, krisis multidimensi yang berujung pada konflik vertikal maupun horizontal, maka perlu ada konsolidasi dan keterpaduan seluruh kekuatan untuk fokus membangun jiwa nasionalisme. 

 

Umi berpesan, agar selalu menebarkan nilai-nilai kesantunan, kembangkan sikap saling menghormati dan saling menghargai. "Mari kita bangun Indonesia yang sehat, Indonesia hebat, Indonesia maju dengan terus merajut tali silaturahmi kebhinekaan," ajaknya. 

 

“Kita jadikan pandemi Covid-19 ini sebagai sarana untuk merekatkan kebersamaan dan kebersatuan bangsa Indonesia,” sambungnya.

 

Selain Forkopimda dari tiga daerah, tampak turut hadir Rais Syuriyah PBNU KH Subhan Makmun, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambai Utsman, dan sejumlah tokoh lintas agama lainnya.

 

Di Kabupaten Tegal, Wantimpres beserta rombongan mengunjungi tiga tempat ibadah yakni Klenteng Hok Ie Kiong Slawi, Gereja Imanuel Slawi, dan Masjid Agung Slawi Kabupaten Tegal.

 

Sebelumnya, Habib Luthfi bin Yahya juga menggelar Silaturahmi Kebhinekaan di Kabupaten Brebes dengan mengunjungi tiga tempat ibadah. Kunjungan silaturahmi Kebhinekaan Habib Luthfi selaku Wantimpres berakhir di Kota Tegal. 

 

Kontributor: Nurkhasan
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile