Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

ISNU Demak: Sarjana NU Harus Berperan Tangani Dampak Covid-19 di Pedesaan

ISNU Demak: Sarjana NU Harus Berperan Tangani Dampak Covid-19 di Pedesaan
Ketua PC ISNU Demak, M Ali Masun (Foto: Dok)
Ketua PC ISNU Demak, M Ali Masun (Foto: Dok)

Demak, NU Online

Para sarjana Nahdlatul Ulama (NU) harus berperan aktif mengadvokasi masyarakat pedesaan dan membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona dan semua dampaknya yang telah berlangsung di Indonesia selama tiga bulan lebih ini.

 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Demak, Jawa Tengah Muhammad Ali Maskun mengatakan, pandemi covid 19 yang belum bisa diketahui kapan berakhirnya itu saat ini dampaknya telah menembus wilayah pedesaan. 

 

"Para sarjana NU harus tampil mengadvokasi masyarakat agar terhindar dari ancaman wabah itu. Mayoritas sarjana NU di Demak berdomisi di wilayah pedesaan dengan jumlah desa di Demak mencapai 200 lebih, sarjana NU harus menjadi solusi bukan beban yang semakin merepotkan masyarakat desa," katanya kepada NU Online di Demak, Kamis (25/6).

 

Dikatakan, dalam masa pandemi Covid-19 oleh pemegang otoritas wilayah Demak ditetapkan sebagai zona merah, sehingga perlu perhatian yang khusus agar tidak ada lagi korban yang jatuh  akibat pandemi.

 

"Bentuk perhatian itu adalah para sarjana NU mempelopori realisasi protokol kesehatan di tengah-tengah kehidupan masyarakat seperti menghindari kerumunan, menjaga jarak, selalu mencuci tangan, dan memakai masker," ungkapnya.

 

Dia menambahkan, selain mencegah penyebaran wabah corona, para sarjana NU di Demak juga didorong untuk berperan menanggulangi dampak kebijakan peanganan Covid-19 sehingga  dapat meminimalisir munculnya dampak sosial.

 

"Saat ini pemerintah desa mendapat berbagai tugas dari pemerintah pusat untuk melaksanakan program-program sosial terkait dengan dampak penanganan Covid-19 termasuk di antaranya jaring pengaman sosial yang sasarannya mengacu pada basis kependudukan yang ada," jelas Maskun.

 

Disebutkan, basis data itu seringkali kurang valid sehingga berpotensi memunculkan gejolak, ini harus diantisipasi jangan sampai terjadi. Untuk menghindarinya sebenarnya mudah, jika ada data yang tidak valid cukup dibenarkan selesai. 

 

"Di sinilah sarjana NU di desa berperan. ISNU Demak dalam rakor awal pekan ini memutuskan agar anggota ISNU di desa-desa membantu menyusun data base masyarakat terdampak yang akan dijadikan dasar untuk menyalurkan bantuan pemerintah," ujarnya.

 

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU Kecamatan Guntur Demak, Zidan Muhyidin  mengatakan, jauh sebelum ada keputusan rakor itu, ISNU Guntur telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dalam menyusun data base penerima berbagai bantuan program terdampak Covid-19.

 

Disampaikan, data itu diupayakan selalu divalidasi dan dikonfirmasi jika ada berbagai perkembangan dan dinamika yang terkait dengan kondisi masyarakat, sehingga terjadinya fluktuasi data warga terdampak dapat termonitor dengan baik.

 

"Jadi keputusan rakorcab ISNU Demak ini semakin menguatkan landasan pelaksanaan kegiatan ISNU Guntur," pungkasnya.

 

Kontributor: Samsul  Huda
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile