Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Di Tengah Pandemi, GP Ansor Terus Kawal Kedaulatan Petani

Di Tengah Pandemi, GP Ansor Terus Kawal Kedaulatan Petani
Ilustrasi: Petani Modern
Ilustrasi: Petani Modern

Jakarta, NU Online
Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa pandemi Covid-19 membuat banyak sektor kehidupan tidak lagi berjalan dengan normal. Tentunya dampak yang ditimbulkan ini harus disikapi dengan benar agar tidak bisa berujung pada krisis.


Dari awal, GP Ansor menurutnya sudah mengingatkan pemerintah terkait krisis yang bakal dihadapi khususnya krisis pangan. Ketersediaan pangan harus menjadi prioritas perhatian dengan memperhatikan lebih kedaulatan petani kita.


"Karena kita membayangkan hal-hal yang menimpa di negara tetangga itu, jangan sampai terjadi di negara kita,” kata Gus Yaqut saat berbicara pada Webinar Daulat Petani Daulat NKRI bersama kader Ansor dan pemuda milenial, Jumat (26/6).
 

Ia pun mengingatkan bahwa pangan nasional tidak lepas dari petani dan pertanian. Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari juga mengingatkan bahwa petani merupakan penolong negeri.


KH Hasyim Asy’ari menurut Gus Yaqut menyebut bahwa kesuburan tanah yang kekal menjadi salah satu hal yang dapat mempengaruhi ketertiban dunia selain lima faktor lainnya yakni agama yang ditaati, pemerintah yang memiliki keputusan berpengaruh, keadilan yang merata, ketentraman yang luas, dan cita-cita yang luhur.


Sementara, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Taufik Majid mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki jumlah lokasi pertanian yang luas.


“Indonesia memiliki 82,77 persen desa pertanian dengan jumlah 74.950 desa di Indonesia adalah daerah tipologi pertanian. Nilai ini sangat berpotensi besar dalam ketersediaan pangan dan berpotensi agar dikelola dengan tepat,” paparnya.


Taufik Majid menjelaskan, Kementerian Desa telah memiliki kebijakan produk unggulan di kawasan pedesaan. Ia pun berharap GP Ansor ikut terlibat dan mendukung bersama kebijakan tersebut.


“Awalnya kita buat produk unggulan desa dengan bantuan para kader Ansor yang berkontribusi untuk mengajak anak-anak muda. Kemudian anak muda tersebut diajak untuk membuat inovasi dari pemanfaatan produk, sehingga hasil inovasi produk itu bisa dipasarkan dengan nilai jual lebih,” jelasnya.


Ia berharap generasi milenial tidak malu dan ragu untuk ikut terlibat dalam dunia pertanian sehingga muncul sinyal baru dunia pertanian dengan perpaduan teknologi sebagai terobosan pertanian masa kini.


Pemanfaatan teknologi juga menjadi dasar Fatullah, salah satu petani aquaponik, terjun dalam bidang pertanian modern. Ia melihat banyak petani yang kebingungan saat ingin bertani.


“Hari ini banyak petani gagap akan teknologi dan belum bisa memanfaatkannya. Munculnya teknologi yang saya terapkan di dunia pertanian seperti aquaponik, semoga dapat menjadi alternatif bagi para petani desa maupun kota supaya tidak mempermasalahkan lagi pupuk atau lahan,” kata Fatullah.


Selama bertani dengan sistem aquaponik ia mengaku memperoleh keuntungan yang lumayan di samping bisa memenuhi sayuran segar dan ikan sendiri secara praktis. Ia ingin setiap perkotaan memiliki aquaponik minimal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus membeli.


Kontributor: Mochamad Ronji
Editor: Muhammad Faizin

BNI Mobile