Ini Pesan Habib Syech untuk Pelajar IPNU-IPPNU

Habib Syech saat menerima kader-kader  IPNU-IPPNU Surakarta  (Foto: NU Online/Habibi)
Habib Syech saat menerima kader-kader IPNU-IPPNU Surakarta (Foto: NU Online/Habibi)
Habib Syech saat menerima kader-kader IPNU-IPPNU Surakarta (Foto: NU Online/Habibi)

Surakarta, NU Online
Habib Syech Abdul Qodir bin Assegaf menyampaikan enam pesan kepada kader-kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Surakarta, Jawa Tengah yang berkunjung di kediamannya di Gedung Busytanul Asyikin, Semanggi Surakarta.

 

"Para pelajar NU di Solo harus menjadi generasi penerus NU yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah. Ini penting saya tekankan, melihat akhir-akhir ini tantangan zaman semakin beragam dan IPNU-IPPNU harus memperkuat jati dirinya sebagai organisasi kader di NU," ujarnya Rabu pekan lalu.

 

Dikatakan, di era milenial media sosial yang menjadi santapan sehari-hari generasi muda NU, maka yang terpenting adalah jangan mudah percaya dengan media sosial (medsos), budayakan saring dulu sebelum sharing.

 

"Betapa banyak generasi muda termakan hoaks di medsos tanpa melalui proses tabayun atas apa yang telah dibacanya. Begitu dianggap baik dan bagus langsung dishare, padahal itu bisa jadi hoaks," tegasnya.

 

Habib Syech juga berpesan agar tetap belajar dengan giat tanpa rasa lelah dan menyerah walaupun di masa pandemi seperti ini. Meski sejak sebulan terakhir pemerintah telah memberlakkan new normal, kader IPNU-IPPNU harus tetap disiplin mentaati ajakan pemerintah dengan mematuhi protokol kesehatan.

 

"Meski pemerintah sudah mengijinkan kita beraktivitas di luar dan kembali berinteraksi dengan masyarakat lain, kita tetap wajib menjaga dan mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

 

Kader IPNU-IPPNU Surakarta saat silaturrahim ke Habib Syech Abdul Qodin bin Assegaf Solo dalam rangka halal bihalal

 

Habib Syech juga berpesan kepada kaum perempuan. Perempuan yang baik, hebat, dan shalehah merupakan madrasah utama bagi putra-putrinya. Oleh karena itu, perempuan dianggap sukses dan terwujud bilamana ia dapat mendidik putra-putrinya untuk menjadi anak yang shaleh dan shalehah.

 

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Surakarta M Faiz Asykarullah kepada NU Onlie, Ahad (29/6) menjelaskan, silaturahim ke Haib Syekh dalam rangka rutinan halal bihalal yang diikuti sekitar 50-an pelajar NU Surakarta.

 

"Ada beberapa Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang ikut yakni PAC Pasar Kliwon, Jebres, dan Banjarsari dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

 

Disampaikan, kegiatan 'sowan' kita kemarin memang sudah menjadi tradisi IPNU IPPNU Surakarta. Bagi kami, silaturahim kepada kiai merupakan isi ulang (recharger) energi untuk menghadapi perjalanan hidup ke depan," ucapnya. 

 

Disampaikan, PC IPNU-IPPNU Solo juga sowan ke para kiai dan sesepuh NU di Kota bengawan ini dan ke depan akan masih terus berlanjut. Karena dengan sowan dan menjalin silaturahim akan menumbuhkan sikap cinta dan patuh pada guru, ulama, habaib, dan kiai.

 

"Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Imam Nawawi sebagaimana dinukil oleh Ibn Hajar al-Asqolani dalam kitab Fathul Bari: mencium tangan seseorang karena zuhudnya, kebaikannya, ilmunya, atau karena kedudukannya dalam agama adalah perbuatan yang tidak dimakruhkan, bahkan hal yang demikian itu disunahkan,” pungkasnya.

 

Kontributor: Habibi, Fatimah, Arindya
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile