Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Silaturahim dengan LPTNU, Mendikbud: Pengajar Faktor Utama Mutu Pendidikan

Silaturahim dengan LPTNU, Mendikbud: Pengajar Faktor Utama Mutu Pendidikan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim. (Foto: Antara)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim. (Foto: Antara)

Jakarta, NU Online

Kualitas menjadi hal yang paling penting dari sekadar kuantitas dalam dunia pendidikan. Hal ini terlihat dari para lulusannya yang telah menamatkan studinya di institusi pendidikan tersebut.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim menyebut bahwa para pengajar merupakan faktor penentu utama dalam kualitas pendidikan.


"Gak ada yang bisa mensubstitusi kemampuan guru dan dosen di semua institusi pendidikan. Kualitas mereka adalah faktor terpenting," katanya saat Silaturahim Daring Pengurus Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul  Ulama (LPTNU) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Selasa (30/6).


Nadiem mengatakan bahwa pemaksimalan potensi para peserta didik ada pada kapabilitas pengajar mereka. Karenanya, kepemimpinan kepala sekolah juga menjadi nomor satu. Menurutnya, kepala sekolah bukan sekadar mengatur administrasi, tetapi berubah menjadi seorang mentor.


"Untuk itu bisa menjadi berhasil, nggak bisa kepala sekolah kita untuk dibebani administrasi. Kepala sekolah ini peran sangat penting. Di sini fungsi teknologi untuk meringankan," katanya.


Menteri kelahiran Singapura 35 tahun lalu itu juga menyebut bahwa pencetakan guru baru harus ada menjamin kualitasnya. Sebagaimana profesi lainnya, guru harus ada standar kualitas.


"Program PPG akan menjadi salah satu fokus daripada insiatif merdeka belajar kita," ujar menteri yang menamatkan studinya di Universitas Brown dan Universitas Harvard itu.


Terakhir, katanya, guru-guru penggerak juga harus merdeka secara kurikulum untuk bisa mengajar dengan pembelajaran yang tepat. Artinya, proses belajar harus berlangsung fleksibel.


"Kita seolah buta terhadap kebutuhan masing-masing kelas sementara kemampuan peserta didik berbeda. Guru-guru harus mengajar fleksibel," katanya.


Menurutnya, hal yang paling penting dari sekadar peserta didik masuk ke sekolah adalah mereka dapat mengikuti pembelajaran yang disajikan. "Itu jauh lebih penting. Itu sebenarnya esensi dari merdeka belajar," ujarnya.


Kualitas atau mutu pendidikan yang dimaksud adalah kompetensi lulusan secara karakter, moralitas, keterampilan, spiritualisme, kemandirian, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, hingga kemampuan bekerja sama atau berkolaborasi. 

 

"Ini tujuan merdeka belajar," pungkasnya.


Pertemuan virtual ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Naim, Ketua PBNU Hanif Saha Ghafur, dan Ketua Lembaga Perguruan Tinggi PBNU Moh Nasir. Hadir juga para pengurus LP Ma'arif dan LPTNU seluruh Indonesia.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile