Santri dan Pelajar NU Demak Peduli Distribusikan Bantuan ke Warga Terdampak Rob 

Santri dan Pelajar NU Demak Peduli serahan bantuan sembako ke warga terdampak rob (Foto: NU Online/A Shiddiq Sugiarto)
Santri dan Pelajar NU Demak Peduli serahan bantuan sembako ke warga terdampak rob (Foto: NU Online/A Shiddiq Sugiarto)
Santri dan Pelajar NU Demak Peduli serahan bantuan sembako ke warga terdampak rob (Foto: NU Online/A Shiddiq Sugiarto)

Demak, NU Online

Bencana air laut pasang (Rob) di sepanjang pesisir utara Kabupaten, Demak Jawa Tengah yang berkepanjangan membuat warga terdampak mengalami berbagai masalah di lingkungannya. Mulai dari tempat tinggal, kesehatan bahkan dampak ekonomi.

 

"Banyak rumah warga, tambak ikan, hingga jalan Pantura penghubung Demak dan Semarang terendam air laut," ujar Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Demak Mustaqim.

 

Dikatakan, kondisi berkepanjangan akibat dari naiknya air laut ke daratan atau permukiman warga masyarakat di sekitar pesisir pantai di wilayah Demak mengakibatkan kerugian material maupun imaterial.

 

"Melihat hal itu, maka PC IPNU-IPPNU Demak membuat posko peduli rob dengan melibatkan pelajar dan santri sebagai media atau wadah kepedulian pada sesama yang berkenan membantu sebagai upaya ikut meringankan beban warga terdampak” katanya kepada NU Online di Kantor PCNU Demak, Rabu (1/7).

 

Djelaskan, dana yang terkumpul diwujudkan sembako dan langsung disalurkan pelajar dan santri NU ke daerah terdampak yang dipimpin Ketua PC IPNU Mustaqim dan ketua IPPNU Siti Sumiyati Noor ke desa terdampak yakni Desa Timbulsloko, Tugu, Surodadi, dan Sriwulan di kecamatan Sayung, dua Desa Purworejo dan Moro Demak di Kecamatan Bonang.

 

"Donasi yang terkumpul kami belanjakan sembako dan langsung kita distribusikan kepada warga terdampak rob pada Ahad kemarin,” jelas Mustaqim.

 

Penyaluran bantuan oleh Santri dan Pelajar NU ke warga terdampak rob di Kabupaten Demak harus gunakan perahu untuk bisa temui warga

 

Ketua PC IPPNU Demak Siti Sumiyati Noor menjelaskan, penyaluran bantuan sembako ini diakui tidak banyak, tetapi sebagai sikap kepedulian dari para pelajar dan santri NU di Demak untuk warga di dua kecamatan tersebut yang terkena dampak rob. 

 

“Semoga bantuan ini bisa sedikit mengurangi beban warga yang terdampak rob, apalagi di musim pandemi Covid-19 saat ini,” jelasnya.

 

Disebutkan, bantuan berupa 300 lebih paket sembako yang terkumpul dari donatur sejak awal Juni kemarin dari 14 PAC di Kabupaten Demak dan juga donatur-donatur di luar anggota IPNU IPPNU yang memiliki rasa kepedulian kepada sesama.

 

"Kesemuanya diserahkan ke warga enam desa terdampak di dua kecamatan. Alhamdulillah setelah kita buka posko mereka berbondong-bondong mengirimkan donasi kepada pengurus PC IPNU IPPNU Demak," pungkasnya.

 

Salah satu warga Timbulsloko Kecamatan Sayung penerima bantuan yang juga sebagai tokoh ulama Kiai Shobirin sampaikan terima kasih atas kepedulian pelajar dan santri NU Demak yang sudah memberikan bantuan kepada warga korban rob yang dianggap ikut membantu meringankan beban warga.

 

“Terima kasih atas bantuan anak-anakku IPNU-IPPNU, kami minta dari IPNU-IPPNU Demak untuk bersama-sama mendoakan dan mengajak dermawan semua untuk peduli kondisi masjid yang ada di desa ini, karena mulai dari tanggal 21 Ramadhan kemarin masjid sudah tidak bisa dibuat tarawih sehingga tarawihnya di panggung dari bambu yang dibuat bersama-sama para pemuda di sini,” ucapnya.

 

Disampaikan, daerah terparah terkena dampak rob ada di Kecamatan Sayung yaitu Dukuh Bloko Desa Timbulsloko. Akses ke dukuh terputus akibat rob, hanya ada akses perahu yang bisa digunakan warga untuk berangkat bekerja dengan biaya Rp23.000 pulang pergi setiap harinya. 

 

"Masjid juga terendam sehingga warga memanfaatkan bangunan panggung dari bambu untuk keperluan ibadah seperti Shalat Jumat, ngaji, dan lain-lain," tutupnya. 

 

Kontributor: A Shiddiq Sugiarto
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile