NU Jateng Kerja Sama dengan UIN Wali Songo Kembangkan Pendidikan Inklusif

Acara Rakor NU Jateng dengan UIN Wali Songo persiapan pendidikan inklusif (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Acara Rakor NU Jateng dengan UIN Wali Songo persiapan pendidikan inklusif (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Acara Rakor NU Jateng dengan UIN Wali Songo persiapan pendidikan inklusif (Foto: NU Online/Samsul Huda)

Semarang, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah merintis kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Wali Songo Semarang  dan sejumlah Perguruan Tinggi NU di Jawa Tengah untuk mengembangkan layanan pendidikan inklusif terutama untuk memberikan kesempatan kepada warga berkebutuhan khusus (disabilitas).

 

Sekretaris PWNU Jawa Tengah H Hudallah Ridwan Naim mengatakan, selama ini anak-anak usia sekolah berkebutuhan khusus kurang mendapat layanan yang maksimal dari para penyelenggara pendidikan formal. Padahal sebagai warga bangsa mereka berhak mendapat layanan pendidikan bersama warga lain pada umumnya.

 

"Penolakannya memang sangat halus, melalui saran agar diikutsertakan sebagai pelajar di sekolah SLB  atau Sekolah Luar Biasa, ini diskrimintaif namanya," Kata Gus Huda kepada NU Online di Semarang, Rabu (1/7).

 

Menurutnya, dengan menyertakan para penyandang disabilitas ke SLB, sama saja menempatkan anak-anak berkebutuhan khusus dalam lingkaran eklusif, hal ini kurang tepat karena bisa jadi dengan berada di lingkungan pendidikan inklusif mereka bisa lebih berprestasi karena ada dorongan eksternal untuk berkompetisi secara akademis.


"Rintisan kerja sama itu diawali dengan penyiapan naskah kerja sama atau MoU antara PWNU Jateng yang diwakili Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU dengan pimpinan UIN Wali Songo dan dua PTNU di Jateng meliputi UNU Banyumas dan IAINU Kebumen beberapa waktu lalu.

 

Wakil Ketua PW LP Ma'arif NU Jateng Fahrudin Karmani mengatakan, kerja sama yang diperlukan yakni pihak perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat menyediakan tutornya untuk membimbing para guru yang lembaganya memiliki pendidikan inklusif di bawah naungan LP Ma'arif NU.  

 

Saat ini lanjutnya, sedang digodok materi kerja sama antara NU dengan tiga perguruan tinggi yang  akan memaksimalkan program pengabdian masyarakat yang mereka siapkan.

 

"Sedangkan LP Ma'arif NU Jateng menyiapkan 19 sekolah yang selama ini sudah menampung warga usia sekolah penyandang disabilitas. Ada 300 anak berkebutuhan khusus yang sudah dan sedang mengikuti pendidikan inklusif di berbagai lembaga pendidikan yang dikelola Ma'arif NU Jateng," kata Fahrudin.

 

Dijelaskan, mereka bersekolah di 19 lembaga pendidikan mulai pendidikan tingkat dasar hingga tingkat atas di daerah kabupaten Banyumas, Kebumen, Semarang, Brebes dan Pekalongan. "Untuk mendukung kelancaran pelayanannya, Ma'arif juga menyiapkan guru-guru pendamping khusus juga.

 

Sehingga dalam upaya penyetaraan itu para penyandang disabilitas mendapat layanan khusus agar motivasi, optimisme, dan rasa percaya dirinya tumbuh untuk berkompetisi dengan kawan-kawannya di sekolahan," ucapnya.

 

Disebutkan, kepada tiga  pimpinan PT di Jateng itu ditawarkan untuk menjadikan lembaga-kembaga pendidikan di bawah Ma'arif NU itu sebagai laboratorium atau lab school pendidikan inklusif.

 

"Realisasi program pengembangan layanan pendidikan inklusif ini akan terus diperluas. Sejumlah Pengurus Cabang Ma'arif di Jateng sudah menyampaikan usulan dan sedang kami dalami," pungkasnya.

 

Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile