Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pergunu dan LP Ma'arif Tagih Janji Sekda Lombok Tengah Soal Insentif Guru Honorer 

Pergunu dan LP Ma'arif Tagih Janji Sekda Lombok Tengah Soal Insentif Guru Honorer 
LP Ma'arif dan Pergunu Lombok Tengah bahas nasib guru honorer terdampak Covid-19 (Foto: NU Online/Hadi)
LP Ma'arif dan Pergunu Lombok Tengah bahas nasib guru honorer terdampak Covid-19 (Foto: NU Online/Hadi)

Lombok Tengah, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PGNU) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menagih Sekretaris Daerah (Sekda) terkait janjinya untuk memprioritaskan tenaga kependidikan dan tenaga honorer di lingkungan madrasah dan pesantren se Lombok Tengah untuk mendapatkan bantuan Covid-19. 

 

"Beberapa bulan lalu ketika kami menghadap, Sekda berjanji  memprioritaskan penerima bantuan Insentif kepada guru honorer madrasah terdampak Covid-19," ujar Ketua LP Ma'arif NU Lombok Tengah H Hambali kepada NU Online, Kamis (2/7).

 

lebih lanjut dijelaskan, ribuan tenaga kependidikan dan tenaga honorer yang bekerja di sekolah dan madrasah di Kabupaten Lombok Tengah ikut terdampak pandemi Covid-19 tak bisa bekerja selama pandemi.

 

"Aktivitas madrasah yang libur cukup lama membuat mereka tidak bisa bekerja, sementara untuk mencari pekerjaan di luar sekolah sama sekali tidak ada. Padahal mereka ini mencari rejeki dari situ," jelasnya.

 

Sekretaris Pergunu Lombok Tengah Abdurrahim menyampaikan, setidaknya ada 3.112 orang tenaga dan guru honorer yang saat ini terdampak Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah. Mereka menjadi guru dan tenaga pendidik di PAUD, SMP, MTs, SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah.

 

"Data mereka sudah kami serahkan by name by address dan bisa diverifikasi langsung ke lapangan. Mereka ini harus diperhatikan betul, karena selama Covid-19 mereka tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah," katanya.

 

Untuk itu, pihaknya bersama sejumlah kepala madrasah dan pimpinan pesantren menghadap Sekda dan juga akan ke Bupati setempat untuk menagih janjinya terkait guru honorer ini.

 

"Kami hanya mengingatkan, karena kami khawatir apa yang telah kami sampaikan beberapa waktu lalu mereka lupa karena banyak sekali yang diurus di pemerintahan," tambahnya.

 

Pergunu dan LP Ma'arif Lombok Tengah berharap, setelah menghadap kembali nanti pemerintah Kabupaten Lombok Tengah benar-benar berkomitmen untuk membantu para tenaga guru dan honorer ini supaya cepat terbantu terutama menghadapi new normal yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Kontributor: Hadi
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile