Haul Mbah Wahab Digelar Virtual dan Diikuti hingga Mancanegara

Suasana haul ke-49 KH Abdul Wahab di masjid Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. (Foto: NU Online/Syamsul A)
Suasana haul ke-49 KH Abdul Wahab di masjid Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. (Foto: NU Online/Syamsul A)
Suasana haul ke-49 KH Abdul Wahab di masjid Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. (Foto: NU Online/Syamsul A)

Jombang, NU Online
Pelaksanaan haul pendiri Nahdlatul Ulama, almaghfurlah KH Abd Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) kali ini digelar secara virtual atau dalam jaringan (daring). Lewat sejumlah aplikasi, tayangan disampaikan secara langsung dan dapat diikuti hingga berbagai negara, Kamis (2/7). 

 

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jami' Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur itu dimulai tahlil bersama yang dipimpin oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar.

 

"Mari kita membacakan tahlil terlebih dahulu," katanya saat hendak memulai pembacaan tahlil bersama.

 

Ketua Panitia Haul ke-49 Mbah Wahab, Hj Mundjidah Wahab mengemukakan, kegiatan dengan memanfaatkan teknologi ini karena wabah Covid-19 yang masih merebak, sehingga tidak memungkinkan dilakukan dengan mengumpulkan massa sebagaimana  haul sebelumnya.

 

"Dengan kondisi Covid-19 kita harus menggelar haul seperti ini, mudah-mudahan hanya sekali saja. Ke depan semoga kita bisa melaksanakan seperti biasanya," katanya.

 

Ia menyampaikan, haul menjadi kegiatan rutin diselenggarakan setiap tahun di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas. Hal ini untuk mengingat dan menggugah semangat juang yang dilakukan oleh Mbah Wahab di masanya. Diharapkan kader-kader NU hari ini bisa meneladani segenap perjuangan Mbah Wahab.

 

"Semangat jihad dari beliau harus kita contoh. Dengan haul inilah diharapkan kita bisa melanjutkan perjuangan-perjuangan beliau," imbuh perempuan yang juga putri Mbah Wahab ini.

 

Sementara itu, KH Hasib Wahab menambahkan, haul secara daring ini luar biasa tetapi tidak biasa. Karena baru pertama kali dan tidak melibatkan masyarakat Jombang dan sekitarnya secara langsung.

 

Namun, imbuhnya, situasi tersebut tidak menyurutkan semangat panitia untuk tetap menyelenggarakan haul meski secara virtual. Ia berharap, warga NU khususnya senantiasa menjadikan Mbah Wahab sebagai pilar atau penguat dalam membesarkan NU dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

"Semua dengan peringatan ini kita lebih semangat berjuang untuk NKRI," ucapnya.


Hadir pada kesempatan ini Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha yang dijadwalkan mengisi mauidlah hasanah.

 

Dan hadir secara online, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dan beberapa alumni Pesantren Bahrul Ulum yang tengah melanjutkan studi di luar negeri memberikan testimoni. 

 

Hingga berita ini ditulis, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj memberikan sambutan, juga secara online.

 

Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile